BANGIL, Radar Bromo - Nguling FC dan Lekok United dipastikan akan bertemu di partai final di ajang Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025.
Keduanya lolos setelah mengalahkan lawannya di babak semifinal dalam drama adu penalti.
Baca juga: Nguling FC-Lekok United di Final Piala Bupati Pasuruan Superleague
Nguling FC lebih dahulu menang atas Gempol FC dengan skor 4-1 (3-3). Sementara Lekok United menang 4-1 (0-0) atas Pandaan FC.
Dari hasil dua laga semifinal, panitia disiplin (pandis) turnamen ini juga sudah melakukan evaluasi dan penilaian.
Hasilnya, pandis menjatuhkan sanksi untuk suporter kedua tim. Pasalnya, suporter kedua tim terbukti masuk ke lapangan.
“Dari hasil rapat kami, sanksi harus kami jatuhkan kepaa kedua suporter. Keputusannya, kedua suporter tak lagi boleh memberikan dukungan saat timnya berlaga,” beber Sugianto, ketua pandis turnamen Piala Bupati Pasuruan Superleague.
Atas sanksi itu, maka tentu saja laga final antara kedua tim ini dipastikan tanpa kehadiran penonton. Sanksi ini juga diberikan sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, laga semifinal begitu menjadi perhatian. Suporter empat tim yang bertanding di babak ini, hadir ke stadion untuk memberikan support.
Di laga semifinal pertama antara Nguling FC dan Gempol FC pada Jumat (26/9), saat injury time skor masih 3-3.
Namun menjelang peluit panjang berbunyi, tiba-tiba terjadi insiden di lapangan antara pemain kedua tim.
Insiden ini memantik suporter Nguling FC turun ke lapangan. Alhasil, laga sempat terhenti selama beberapa waktu. Sehingga laga yang semestinya dilanjut adu penalti, tidak bisa dilakukan lantaran Stadion R Soedrasono, belum dilengkapi penerangan.
Adu penalti baru bisa digelar keesokan harinya yakni Sabtu (27/9) pagi hingga akhirnya dimenangkan Nguling FC.
Sedangkan di laga semifinal 2 antara Pandaan FC dan Lekok United, suporter masuk ke lapangan setelah Lekok United menang adu penalti.
“Walaupun laga sudah berakhir, tetapi suporter memasuki lapangan adalah hal yang tidak diperbolehkan. Sehingga sanksi harus diberikan,” beber Sugianto. (fun)
Editor : Fandi Armanto