Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nguling FC-Lekok United di Final Piala Bupati Pasuruan Superleague

Fandi Armanto • Minggu, 28 September 2025 | 02:59 WIB
SENANG: Penjaga gawang Nguling FC saat menggagalkan tendangan pemain Gempol FC. Foto kanan, official Lekok United sujud syukur setelah timnya memastikan tiket ke final.
SENANG: Penjaga gawang Nguling FC saat menggagalkan tendangan pemain Gempol FC. Foto kanan, official Lekok United sujud syukur setelah timnya memastikan tiket ke final.

BANGIL, Radar Bromo - Dua tim wilayah timur Kabupaten Pasuruan bakal tersaji di final Piala Bupati Pasuruan Superleague.

Ini setelah Lekok United dan Nguling FC berhasil mengalahkan lawan mereka di babak semifinal.

Nguling FC lebih dulu memastikan ke final setelah menuntaskan laga tunda adu penalti pada Sabtu (27/9) pagi. Selanjutnya Lekok United menyusul setelah menang adu penalti di Sabtu sore.

Perebutan tiket final Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 kembali harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Duel semifinal antara Pandaan FC kontra Lekok United berakhir tanpa gol di waktu normal. Baru lewat tos-tosan, Lekok memastikan langkah ke partai puncak usai menang 4-1.

Sejak menit awal, laga di Stadion R. Soedrasono Bangil, Sabtu (27/9), kedua tim tampil hati-hati tapi tetap saling jual beli serangan. Pandaan mencoba menekan lewat kombinasi Lutfan dan Edy Ambon.

Sedangkan Lekok mengandalkan kecepatan sektor sayap. Namun, rapatnya pertahanan serta aksi sigap kiper di kedua kubu membuat skor tetap imbang 0-0 hingga turun minum.

Babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Pandaan lebih banyak menciptakan peluang. Tendangan Lutfan hasil umpan sayap kanan melambung tipis di atas mistar. Beberapa kali, kiper Lekok harus jatuh bangun melakukan penyelamatan, dibantu barisan bek yang tampil disiplin.

Sebaliknya, peluang Lekok lewat sepakan jarak jauh juga masih bisa diamankan penjaga gawang Pandaan. Hingga peluit panjang, skor kacamata tidak berubah.

Drama akhirnya tercipta di babak adu penalti. Eksekutor Lekok tampil lebih tenang. Falah membuka keunggulan, disusul Jihan, Aam, dan Putra yang semua sukses menaklukkan kiper Pandaan.

Sementara, dua algojo Pandaan gagal, yakni Lukman yang tendangannya membentur mistar dan Jiddan Choiron yang melambung tinggi. Skor 4-1 memastikan Lekok melaju ke final untuk menantang Nguling FC.

Pelatih Lekok United, Farid Haqi, mengaku lega timnya bisa menuntaskan laga berat ini. Menurutnya, dua tim sama-sama ngeyel lantaran ingin masuk final.

“Pertandingan ini cukup melelahkan. Anak-anak sebenarnya sudah menekan sejak awal, cuma kurang beruntung. Lawan juga kuat,,” ungkapnya.

Menghadapi partai final, Haqi memastikan tetap memiliki catatan untuk dievaluasi. Terutama mewaspadai pemain Nguling seperti Ali Kacong Mashori yang lincah. Serta Greg yang cterbilang cukup tangguh.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, yang hadir langsung, menilai semifinal berjalan aman berkat pengamanan ketat.

“Untuk laga final, panpel harus putuskan dengan sangat cermat, mengingat antusiasme warga tinggi. Semua hal harus diantisipasi aparat gabungan,” tegasnya.

Sementara, Nguling FC memastikan lolos ke babak final Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025. Ini setelah tim besutan Slamet Chikung ini berhasil menang dalam drama adu penalti atas Gempol FC, Sabtu (27/9) pagi.

Adu penalti di laga semifinal ini sempat tertunda karena pertandingan pada Jumat  (26/9) dihentikan saat laga memasuki injury time. Ini setelah sempat terjadi insiden. Saat itu skor masih seri 3-3.

Karena ada insiden, maka laga tidak bisa dilanjut dengan adu penalti. Sebab Stadion R Soedarsono belum dilengkapi penerangan.

Adu penalti lalu dilanjut keesokan harinya yakni Sabtu (27/9) pagi. Seperti penalti lainnya, wasit mengundi dengan koin untuk menentukan lokasi gawang. Terpilihlah lokasi sisi utara.

Sebagai penendang pertama adalah Gempol FC yang menunjuk kapten mereka, Gedhong T. Dia sukses menendang. Begitu juga penendang pertama Nguling FC.

Namun dua penendang Gempol FC gagal menendang. Dia adalah M Husyen dan Tegar, yang mampu diblok penjaga gawang Nguling FC, Misli.

Skor penalti berakhir 4-1 untuk kemenangan Nguling FC dan langsung disambut meriah oleh para pemain.

Seusai laga, pelatih Nguling FC Slamet Chikung terlihat sangat gembira. Tak terkecuali Ali Mashori, kapten tim ini yang saling merayakan dengan berlari mengerubungi penggawa gawang mereka.

“Semifinal adalah laga yang seru. Gempol FC adalah lawan yang bagus dan tim yang hebat. Kami bersyukur bisa lolos ke semifinal,” beber Slamet Chikung.

Sementara, kekecewaan dirasakan kubu Gempol FC. Sunardi pelatih tim ini mengatakan, laga semifinal sebenarnya berjalan seru.

Tetapi di akhir laga, ada beberapa keputusan pemainnya yang memang membuat laga berjalan sedikit panas.

Termasuk soal keunggulan cepat yang sempat dibuat Nguling di awal babak pertama. “Pemain semestinya konsisten dan apa boleh buat,” beber Sunardi. (tom/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#sepak bola #Piala Bupati #kabupaten pasuruan #piala bupati pasuruan