BANGIL, Radar Bromo-Duel babak semifinal Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025 antara Nguling FC dan Gempol FC barlangsung sengit. Kedua tim saling kejar-mengejar gol.
Laga antara tim ujung Timur dan ujung Barat Kabupaten Pasuruan ini harus berakhir imbang 3-3 (1-1).
Jalannya laga berlangsung dengan tempo panas. Stadion R Soedrasono langsung gempar saat laga baru memasuki menit ke 2.
Ini setelah Danhyl Putra mencetak gol dengan memanfaatkan kemelut di kotak 12. Penjaga gawang dan pemain bertahan Nguling FC, gagal mengantisipasi bola.
ALhasil, Danhyl Putra yang ada di sisi kanan, langsung menyambar hingga jala bergetar.
Tertinggal 1 gol membuat Nguling meningkatkan tempo serangan. Sayang, beberapa peluang tak mampu mengubah kedudukan.
Baru saat di menit ke 39, striker Nguling FC Nur Yasin yang menusuk dari sisi kiri, berhasil mengelabui Muh Alfan hingga skor berubah jadi 1-1. Skor ini bertahan sampai babak pertama berakhir.
Di babak kedua, kedua tim bermain total menyerang. Hampir semua lini ikut membantu menyerang.
Hingga di menit ke 47, giliran tribun utara yang berteriak. Ini setelah Ali Mashori, mencetak gol plesing yang tak mampu dihalau Muh Alfan. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Nguling FC.
Setelah membalikkan keadaan, Nguling FC mencoba bermain man to man marking. Bahkan penyerang mereka yang baru mencetak gol Ali Mashori, kerap turun ke bawah untuk membantu pertahanan.
Keunggulan Nguling FC tak berlangsung lama. Sebab di menit ke 68, Moch Unais berhasil mencetak gol yang prosesnya lagi-lagi berawal dari kemelut di area penalti.
Skor berubah menjadi 2-2 dan laga mulai menjurus keras. Setidaknya ada 3 kartu kuning yang dikeluarkan wasit Haldy dari Malang di babak kedua.
Gol kembali terjadi di menit 74 dan mengubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Nguling FC.
Gol ini terjadi karena pemain belakang mereka, M Afet salah mengantisipasi tendangan. Akibatnya bola meluncur ke gawang Gempol FC alias gol bunuh diri.
Tapi keunggulan Nguling FC kembali tak lama. Sebab di menit ke 76, Gempol FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Kali ini lewat striker mereka, M Husyen. Pemain bernomor punggung 9 itu, mulanya menusuk dari kiri. Dia lalu mencoba mengecoh penjaga gawang, lalu melepaskan tendangan terarah.
Hingga laga memasuki menit akhir, terjadi insiden saat terjadi perebutan bola antar pemain kedua tim.
Perebutan bola itu mengakibatkan ada pemain yang menyikut. Insiden itu bahkan sempat terjadi pemukulan.
Alhasil, wasit Haldy kembali mengambil tindakan. Kedua tim diberikan kartu kuning. Satu untuk Muh Irfan dari Nguling FC dan satu untuk Gempol FC yakni Danhyl Putra.
Nah, di babak inilah kemudian pertandingan harus berhenti sejenak. Sebab ada beberapa suporter yang masuk ke lapangan.
Cukup lama pertandingan terhenti dan setelah melakukan berbagai pertimbangan, wasit akhirnya meniup peluit panjang.
Panitia pelaksana segera melakukan diskusi. Laga sebenarnya tak bisa langsung dilanjutkan ke babak penalti seperti pada umumnya. Sebab kondisi di Stadion R Soedrasono, sudah gelap karena belum memiliki penerangan. Para penonton pun mulai membubarkan diri untuk pulang.
Sementara panpel langsung menggelar rapat. Hasilnya, laga akan dilanjutkan kembali dengan pertandingan tunda untuk menuntaskan babak penalti.
“Laga akan dilanjutkan ke penalti dan digelar tanpa penonton, Sabtu (27/9). Keputusan ini kami ambil dengan masukan dari berbagai pihak,” beber Reza Sasmita, ketua tim teknis Piala Bupati Pasuruan Superleague. (fun)
Editor : Fandi Armanto