BANGIL, Radar Bromo - Pandaan FC akhirnya memastikan tiket semifinal Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 setelah melewati laga dramatis kontra SS Purwodadi di Stadion R. Soedrasono Bangil, Rabu (24/9).
Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama hingga harus ditentukan lewat adu penalti. Pandaan unggul 3-1 setelah waktu normal berakhir imbang 1-1.
Sejak menit awal, Pandaan langsung menggebrak. Peluang emas tercipta lewat sepakan Lutfan di menit ke-8, namun kiper Purwodadi, Nasrul, tampil gemilang menepis bola.
Giliran Ivan melepaskan tembakan on target, tapi kembali digagalkan.
Purwodadi baru menemukan ritme setelah seperempat babak. Umpan matang Raffel Arif kepada Excel gagal dimanfaatkan, sebelum akhirnya Zanuar Ardani memecah kebuntuan di menit 25.
Tendangan jarak jauhnya dari luar kotak penalti menghujam deras ke gawang Pandaan.
Gol itu membakar semangat Purwodadi. Zanuar kembali mengancam lewat sepakan keras, namun kiper Pandaan sigap.
Di sisi lain, motor serangan Pandaan, Edy Ambon, berulang kali mengacak-acak pertahanan lawan, tapi barisan belakang Purwodadi yang digalang Sulton dan Gilang masih rapat. Hingga turun minum, skor bertahan 1-0.
Babak kedua, Pandaan terus menekan. Pola satu-dua dan crossing berkali-kali menguji ketangguhan Purwodadi.
Menit 78, akhirnya kebuntuan itu pecah. Jiddan Choiron sukses menyamakan kedudukan lewat sepakan keras memanfaatkan bola liar.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti. Pandaan lebih tenang.
Eksekutor Yosua, Shiddiq, dan Fandi berhasil menjalankan tugas, sementara Purwodadi hanya bisa mencetak satu gol lewat Gilang. Skor akhir 3-1 menempatkan Pandaan di semifinal.
Pelatih Pandaan FC, Yani Fatkhur, bersyukur meski harus menang dramatis. “Awal memang agak sulit adaptasi. Ini pertama kali kami main di Pogar. Tapi anak-anak disiplin dan akhirnya menang,” katanya.
Manajer Pandaan FC, Timbul Wijoyo, bahkan sumringah. Kemenangan itu hasil latihan intensif yang dijalani para pemain.
“Kami punya slogan wani, wani, wani menang! Hasil latihan siang malam terbayar. Ibarat mesin Honda, makin lama makin halus dan bertenaga,” ujarnya.
Sementara itu, asisten manajer SS Purwodadi, Sugiarto, menilai anak asuhnya sudah maksimal.
Pertandingan tidak bisa diprediksi. Menurutnya, situasi di lapangan yang lebih menentukan meski sudah berbekal persiapan matang.
“Saya lebih menilai bahwa Bupati Cup jadi wadah untuk melihat bibit-bibit unggul, bukan hanya soal menang atau kalah. Tapi bagaimana penjaringan pemain muda bisa berjalan,” tandasnya. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin