BANGIL, Radar Bromo —Laga babak 8 besar Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 antara Nguling FC kontra Bangil FC, berlangsung penuh drama.
Bermain di Stadion R. Soedarsono Bangil, Senin (22/9), duel ini harus ditentukan lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 2x45 menit. Nguling akhirnya melaju ke semifinal usai menang 5-3 dalam tos-tosan.
Baca juga: Laga Pertama Babak 8 Besar: Nguling FC v Bangil FC Harus Fokus 90 Menit
Sejak peluit awal, tensi pertandingan langsung tinggi. Nguling membuka skor cepat lewat aksi Ali Kacong pada menit ke-8. Namun, Bangil sanggup merespons cepat melalui Edy Wardan, lima menit berselang.
Suporter Nguling datang dengan jumlah besar, meski tim kesayangannya bermain di kandang lawan.
Suntikan dukungan itu membuat Nguling kembali unggul pada menit ke-39 lewat Nur Yasin. Skor 2-1 menutup babak pertama.
Di paruh kedua, Bangil meningkatkan tempo. Beberapa peluang lahir, mulai dari tendangan bebas kapten Ricko Hardiansyah yang sempat ditepis kiper, hingga sepakan Edy Wardan yang terlalu lemah.
Nguling juga sempat mengancam lewat penetrasi Ali Kacong. Namun wasit memutuskan tendangan gawang. Keputusan ini memicu protes keras.
Ofisial Nguling spontan melempar kardus air mineral, disusul suporter yang ikut melempari botol ke lapangan.
Bangil memanfaatkan situasi dengan membalas lewat gol Hanif di menit ke-64, hasil bola rebound. Skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal usai.
Namun drama belum berakhir. Sebelum adu penalti digelar, ofisial Nguling kembali mendatangi wasit.
Suporter ikut tersulut hingga mendesak turun ke lapangan. Untungnya, aparat keamanan dan panitia pelaksana mampu meredam situasi.
Di babak adu penalti, ketenangan jadi kunci. Semua algojo Nguling, Rosihan, Cipto Adi, Ali Kacong, A. Dhani Asnawi, hingga sang kapten Bunadi Guntur, sukses menjalankan tugasnya. Sementara Bangil hanya mampu mencetak tiga gol lewat Ricko, Darmaji, dan Edy Wardan. Eksekusi Hanif yang gagal sekaligus menjadi penentu kekalahan Bangil.
Pelatih Nguling FC, Slamet Chikung, menyebut timnya sudah tampil maksimal. “Saya puas dengan perjuangan anak-anak. Lewat adu penalti, kami bisa menang. Evaluasinya banyak, terutama lini tengah yang masih sering hilang kontrol,” ujarnya.
Ali Kacong, motor serangan Nguling FC, juga puas dengan hasil ini. Ia mengapresiasi teman setimnya yang bermain kompak selama 90 menit penuh.
“Target awal kami lolos dari fase grup sudah tercapai. Sekarang, kami ingin terus menang sampai juara,” tegasnya.
Sementara pelatih Bangil, Abdul Muntolib, menerima hasil laga dengan lapang dada.
“Permainan sama-sama ngotot. Anak-anak sebenarnya menguasai, tapi kecolongan dari kecepatan Ali Kacong. Ya, namanya bola, ada menang ada kalah,” katanya.
Dengan kemenangan ini, Nguling FC resmi mengamankan satu tiket semifinal Bupati Cup 2025, sekaligus menjaga asa untuk melangkah lebih jauh.
Lawan mereka akan ditentukan Selasa (23/9) dari hasil pertandingan tim kuat antara Sukorejo United vs Gempol FC yang laganya digelar Selasa (22/9) ini. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto