BANGIL, Radar Bromo — Laga penyisihan Grup C Bupati Cup Pasuruan 2025 antara Tosari FC melawan Pagerwojo FC di Lapangan Ngadimulyo, Sukorejo, Sabtu (6/9), berlangsung panas dan penuh drama. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1.
Sejak menit awal, Tosari tampil lebih agresif. Penetrasi serangan beberapa kali mengancam gawang Pagerwojo.
Tekanan itu akhirnya berbuah gol pada menit ke-28 lewat kaki Arvindo yang sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang. Tosari unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi permainan meningkat. Duel-duel keras kerap terjadi, bahkan sempat membuat beberapa pemain dua kubu ditandu.
Puncaknya, di menit 74, sebuah insiden handsball di kotak penalti Tosari membuat wasit menunjuk titik putih.
Rozak yang dipercaya sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangannya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Wakil Bupati Pasuruan Gus Shobih Asrori yang hadir langsung di stadion mengaku puas dengan jalannya pertandingan.
“Saya ikut senang Pagerwojo bisa menyamakan kedudukan meski sempat tertinggal. Tapi yang lebih penting, Bupati Cup ini menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola. Ini juga jadi investasi bagus untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Pelatih Pagerwojo FC, Rifai, mengakui timnya kurang maksimal di babak pertama.
“Anak-anak masih bingung dengan taktik. Syukur akhirnya bisa menyamakan skor. Ke depan, lini belakang harus diperkuat,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih Tosari FC, Salis Samsul, tetap mengapresiasi mental juang anak asuhnya.
“Mereka jarang latihan karena minim fasilitas sepak bola yang standar di Tosari. Tapi mentalnya bagus. Hanya saja emosi anak-anak yang masih muda perlu dikontrol,” jelasnya. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto