BANGIL, Radar Bromo-Walau unggul dalam jumlah pemain, skuadra Rejoso FC tak bisa memanfaatkan untuk meraih tiga poin.
Saat berlaga menghadapi tim Tutur FC di laga Grup B yang digelar di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil, kedua tim harus puas berbagi angka karena skor berakhir 0-0.
Tim Rejoso FC yang dilatih Rifai, semestinya sudah unggul di babak pertama. Sebabnya, tim Tutur FC yang dilatih Yadi Darmawan, hanya bisa menurunkan 10 pemain.
Sebab, di Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025, regulasi mengatur, setiap tim minimal menurunkan 5 pemain junior.
Nah, pemain junior Tutur FC jumlahnya hanya empat pemain. Sehingga praktis mereka hanya bisa menurunkan 9 pemain, plus 10 dengan penjaga gawang.
Walau unggul jumlah pemain, tim Rejoso FC rupanya kesulitan mencetak angka. Beberapa kali serangan Rejoso FC, selalu kandas.
Di babak kedua, tim Tutur FC akhirnya bisa bermain dengan pemain full. Sebab satu pemain mereka akhirnya datang.
Namun di menit ke 75, Tutur FC harus kembali bermain dengan 10 pemain. Ini karena pemain mereka yakni Ahmad Handika, mendapat kartu kuning kedua.
Sayang hingga peluit panjang berbunyi, Rejoso FC menemui kebuntuan karena tak bisa mencetak gol.
Pelatih Rejoso FC Rifai mengakui, masih banyak kelemahan di timnya. “Terutama finishing touch saat permain memiliki peluang. Inilah yang perlu kami evaluasi,” kata Rifai yang saat itu didampingi Alfian, manajer Rejoso FC.
Sementara Yudi Darmawan pelatih Tutur FC, mengakui timnya memang compang-camping.
“Ada pemain yang tidak bisa mendapatkan izin kerja, sehingga terlambat datang ke lapangan. Ini harus kami perhitungkan lagi di laga berikutnya,” beber Yudi yang juga didampingi manajer Tutur FC.
Baik Tutur FC dan Rejoso FC, masih menyisakan lima pertandingan lagi. Kedua tim mengaku harus ekstra keras, jika ingin meraih tiket lolos ke babak 8 besar. (fun)
Editor : Fandi Armanto