PROBOLINGGO, Radar Bromo - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pebalap muda asal Kota Probolinggo, Hafidz Fahril Rasyadan.
Rider muda penuh talenta ini mendapatkan undangan eksklusif untuk mengikuti Riders Summer Camp Program by Pertamina Enduro VR46 Racing Team 2025 yang digelar di Italia.
Ajang bergengsi tersebut berlangsung di dua sirkuit legendaris. Yakni Misano Circuit dan Motoranch Tavullia, markas besar VR46 Riders Academy milik maestro MotoGP, Valentino Rossi.
Rasya menjadi salah satu dari lima pebalap muda Indonesia yang terpilih mengikuti pelatihan intensif bertaraf internasional tersebut.
Tak tanggung-tanggung, dalam program ini para rider akan digembleng langsung oleh "The Doctor" Valentino Rossi bersama jajaran pelatih profesional dari VR46 Academy.
“Program ini luar biasa. Rasya akan dilatih langsung oleh Marco Belli sebagai pelatih dari VR46 Riders Academy. Nanti akan dilihat kualitas teknikal, skill, dan daya juangnya. Kalau performanya oke, bisa lanjut ke program yang lebih tinggi,” ujar sang ayah, Imron Hamzah, penuh semangat.
Undangan ini disampaikan secara resmi oleh RMF Trans Racing Team yang menjadi jembatan antara pembalap muda nasional dan program pembinaan internasional. Imron mengaku sempat mengira kabar tersebut hanya hoaks.
“Saya benar-benar sempat tak percaya. Awalnya saya kira itu cuma info main-main. Tapi setelah dikonfirmasi secara resmi, ternyata betul. Ini seperti mimpi. Karena tidak semua rider bisa dapat kesempatan langka ini,” tuturnya bangga.
Dalam surat resmi dari Pertamina disebutkan, Rasya dipilih berdasarkan performa impresifnya selama mengikuti Mandalika Racing Series 2025.
Ia dinilai sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan hingga level internasional.
Program Riders Summer Camp ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung regenerasi dan akselerasi pembalap nasional menuju panggung dunia, melalui kerja sama strategis dengan VR46 Riders Academy.
Meski persiapan terbilang singkat, Imron optimistis anaknya bisa menunjukkan performa terbaik di Italia. Terlebih setelah bangkit dari cedera usai berlaga di Porprov IX Jatim.
“Latihannya memang intens nanti di sana. Tapi Rasya sudah terbiasa dengan tantangan. Apalagi semua fasilitas sudah disediakan, mulai dari motor balap, ovale, motocross, hingga pelatihan fisik dan mental. Saya yakin dia bisa cepat adaptasi, termasuk dengan cuaca dan makanan di sana,” ucap Imron.
Di Italia, Rasya akan menjalani sesi pelatihan motocross dan road race, dua disiplin penting dalam pengembangan skill pembalap modern. Misi utamanya: menyerap ilmu dan pengalaman langsung dari barisan elite balap dunia.
Menurut Imron, terpilihnya Rasya bukan semata karena prestasi, tapi juga karena konsistensi dan skill teknikal yang dimilikinya. “Ini bagian dari proses. Indonesia memang sedang butuh pembalap level dunia, dan mungkin inilah langkah awal Rasya menuju sana,” pungkasnya.
Dengan semangat dan sematan nama besar VR46, Rasya kini tak hanya membawa nama Kota Probolinggo tapi juga harapan Indonesia untuk bersaing di lintasan dunia. (gus/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni