PASURUAN, Radar Bromo-Persekap Pasuruan U-17 berhasil melenggang ke babak 16 besar Piala Soeratin.
Tim asuhan Asyari Cahyani ini berhasil lolos usai memenangi laga melawan Pasuruan United, Minggu (20/7) sore lewat adu penalti. Dalam adu tos tosan ini, Persekap berhasil unggul 3-0.
Bermain sebagai tuan rumah di stadion Untung Suropati (Unsur) Kota Pasuruan, Persekap dan Pasuruan United tampil ngotot.
Maklum, babak 32 besar ini memakai sistem gugur. Sehingga keduanya berusaha untuk bermain menyerang agar bisa lolos.
Di menit menit awal, pemain Persekap tampil kurang baik. Mereka sering kehilangan bola saat berusah menyerang.
Hal ini dimanfaatkan oleh pemain Pasuruan United untuk bisa menekan pertahanan persekap.
Alhasil, tim asuhan Taufik Sholeh bisa unggul lebih dulu. Memanfaatkan tendangan bebas dari kiri pertahanan Persekap, Pasuruan United bisa mencetak gol lewat sepakan Aleano Junior Rudianto di menit ke tiga.
Unggul satu gol membuat pemain Pasuruan United bersemangat untuk menambah keunggulan.
Keunggulan ini tidak bertahan lama. Melalui skema serangan balik, Persekap berhasil menyamai kedudukan lewat tendangan Muchammad Zidan Maulana di menit ke 30. Skor 1-1 bertahan sampai laga berakhir.
Di babak kedua, jual beli serangan terus terjadi. Tapi sayangnya peluang yang diciptakan tidak ada satupun yang berbuah gol hingga peluit dibunyikan. Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak adu penalti.
Sesaat sebelum adu tos tosan ini dimulai, sempat terjadi aksi protes dari Pasuruan United.
Pendukung Persekap dinilai tidak sportif karena turun ke dalam lapangan. Mereka sempat menyalakan flare.
Meski akhirnya ofisial menegur mereka, namun Pasuruan United tetap merasa tidak puas.
Dalam adu tos tosan, tiga penendang dari skuad Persekap berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebaliknya, tiga penendang Pasuruan United gagal menjaringkan bola ke dalam. Satu tendangan ditepis, satu tendangan mengenai mistar dan satu lagi tidak tepat sasaran.
Coach Persekap junior, Asyari Cahyani mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Meski banyak kesalahan yang dilakukan oleh pemain di awal awal pertandingan.
Kata Asyari, pemainnya mudah kehilangan bola. Bisa jadi karena mereka gugup bermain di pertandingan awal di depan pendukung.
"Ini menjadi catatan saya. Membuat pemain fokus dsn lebih percaya diri sejak awal pertandingan," tuturnya.
Sementara itu, Taufik Sholeh menuding ofisial pertandingan kurang fair. Mereka tidak menindak tegas pendukung Persekap yang masuk lapangan dan menyalakan flare. Hal ini membuat pemain Pasuruan United terganggu.
"Kami kecewa dengan ofisial dan wasit yang kurang tegas. Sehingga pemain kami terganggu," tuturnya. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto