PROBOLINGGO, Radar Bromo-Pertandingan terakhir Porprov Jatim ke-IX Jatim 2025, masih berlangsung hari ini. Menjelang hari terakhir, kontingan Probolinggo-Pasuruan bakal habis-habisan bertanding demi mendongkrak prestasi.
Sampai Jumat (4/7), baru Kabupaten Probolinggo yang mencatatkan kenaikan peringkat di klasemen. Kabupaten Probolinggo berhasil merangsek naik peringkat ke-19. Naik 6 peringkat dari Porprov VIII tahun 2023 yang saat itu berada di peringkat ke-25.
Data dari perolehan medali Porprov Jatim IX Tahun 2025 hingga Jumat (4/7) sore, Kabupaten Probolinggo menempati peringkat ke-19, dengan meraih 87 poin dengan rincian 14 emas, 9 perak dan 13 perunggu. Sedangkan Kota Probolinggo, dengan posisi peringkat 28, hanya memperoleh 57 poin dengan rincian 5 emas, 9 perak dan 19 perunggu.
Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan mengatakan, untuk sementara posisi peringkat Kabupaten Probolinggo berada di-19. Sebenarnya posisi itu sudah sesuai target karena KONI mematok masuk 20 besar.
Namun, pihaknya berharap dan optimis, posisi peringkat itu bisa lebih baik lagi. Sebab hingga Jumat (4/7), banyak tambahan medali yang diperoleh atlet kontingen Kabupaten Probolinggo.
Seperti halnya atlet cabor tinju, sudah mengamankan tambahan 2 medali emas dan belum masuk dalam perhitungan perolehan point sementara.
”Alhamdulillah, mudah-mudahan posisi ini bisa lebih baik lagi. Karena target kami masuk peringkat 20. Karena masih ada beberapa cabor yang masih akan bertanding serta masuk babak final,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Target perolehan medali, dikatakan Zainul, sudah melampaui. Bahkan, perolehan medali emas porprov tahun ini melebihi perolehan porprov sebelumnya. Tentunya, capaian semua itu berkas kerja keras semua pihak, terutama atlet, pelatih, official dan dukungan dari semuanya.
”Persiapan yang dilakukan oleh atlet-atlet dan pelatih sudah luar biasa. Begitu juga saat tampil, mereka bertanding maksimal. Ditambah mendapatkan support dan dukungan dari banyak pihak yang datang langsung maupun tidak langsung,” terangnya.
Kondisi berbeda terjadi di Kota Probolinggo. Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan mengatakan, sementara posisi kota memang berada di peringkat ke-27. Padahal di Porprov VIII tahun 2023 silam, kota berada di peringkat ke-23.
Walau begitu, perolehan medali emas, perak dan perunggu dari atlet kontingen Kota Probolinggo sudah luar biasa. Pihakanya mengapresiasi usaha kerja keras atlet, pelatih dan semua pihak. Meskipun perolehan sementara point untuk Kota Proboliggo menempatkan posisi Kota Probolinggo ke-28.
Tentunya, penurunan Peringkat dalam Porprov IX Jatim tersebut menjadi perhatian serius dari KONI Kota Probolinggo. ”Penurunan peringkat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efisiensi Anggaran, efisiensi anggaran bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi. Persiapan yang kurang memadai. Sebab, porprov tahun ini tidak ada Puslatkot seperti tahun tahun sebelumnya dikarenakan efisiensi anggaran,” katanya.
Selain itu, lanjut Iwan, kompetisi dalam Porprov Jatim yang semakin ketat. Dia melihat, peningkatan kualitas atlet dari daerah lain juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan penurunan peringkat.
”Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui akar masalah dan mencari solusi yang tepat. Dengan pemanggilan cabor dan evaluasi menyeluruh. Dengan berharap dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan prestasi di Porprov X 2027 mendatang,” ungkapnya.
Beralih ke Pasuruan, peringkat kota dan kabupaten rupanya sama-sama turun. Kabupaten Pasuruan yang sempat mempertahankan berada di peringkat ke-6, melorot ke posisi 7.
Posisinya digeser Kabupaten Gresik. Bahkan sampai berita ini ditulis, poin antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Gresik berjarak 45.
Walau begitu, KONI Kabupaten Pasuruan meyakini, medali tambahan masih bisa diraih. “Data yang masuk ke kami sampai Jumat sore, ada tambahan dari Muaythai. Dapat emas dan perak. Semoga masih bisa naik (peringkat, red),” beber Mamat Aryo Setiawan, Ketua KONI.
Kota Pasuruan juga turun. Sampai Jumat malam, kota menghuni peringkat ke 31 dari 38 peserta. Padahal di Porprov VIII tahun 2023, kota berada di peringkat 29.
Namun KONI Kota Pasuruan tetap mengapresiasi para atlet yang ikut sudah mempersembahkan enam emas. Jumlahnya hampir serupa dengan prestasi porprov lalu. Sampai Jumat sore, kota Pasuruan mendulang 27 medali. Rinciannya enam emas, empat perak dan 17 perunggu. Sementara pada porprov 2023 lalu, kota pasuruan meraih total 40 medali dengan enam emas, 11 perak dan 23 perunggu.
Sekretaris Koni Kota Pasuruan, Bambang Tri Hascaryo mengungkapkan, raihan saat ini sudah mendekati capaian porprov lalu. Sama-sama meraih enam emas. Meski jumlah total medali masih lebih banyak porprov dua tahun lalu.
Namun kondisi ini tidak bisa dibandingkan. Sebab pemkot mengalami efisiensi. Sehingga total atlet yang mengikuti porprov turun.
Tahun ini Kota Pasuruan hanya mengikuti 38 cabang olahraga (cabor) dan 230 atlet. Sebelumnya 40 cabor dengan 253 atlet.
"Tapi dsri raihan emas sudsh sama. Apalagi poprorv belum berakhir. Masih ada beberapa yang bertanding," katanya.
Bambang menyebut ada sembilan cabor yang masih bertanding. Diantaranya, karate, atletik, muaythai, pencak silat, hockey indoor, tinju, sambo, pentaque dan pickle ball. Pihaknya optimistis ada atlet yang masuk final dan bisa menyumbang medali bagi kota pasuruan.
"Kalau disebut turun tidak ya. Memang jumlah medali lebih sedikit. Tapi jumlah raihan emas sama," tutur Bambang. (mas/riz/fun)
Editor : Abdul Wahid