PASURUAN, Radar Bromo - Cabang olahraga (cabor) selam selalu menjadi andalan Kabupaten Pasuruan di even pekan olahraga provinsi (porprov). Betapa tidak, empat edisi porprov Jatim, POSSI selalu berhasil meraih juara umum.
Tapi di even Porprov IX Jatim, POSSI sedikit pesimistis untuk menjadi juara umum lagi. Regenerasi atlet menjadi kendalanya.
Dari 19 atlet, hampir 90 persen adalah atlet pendatang. Alias baru pertama kali ikut di ajang ini.
Sementara ada atlet potensial peraih medali, yang berhalangan ikut lantaran tengah mengikuti lanjutan pendidikan kecabangan TNI.
Sembilan belas atlet tersebut akan diturunkan di 18 nomor. Mulai surface, bifin dan nomor laut. Di bawah asuhan lima pelatih, Sembilan belas atlet tersebut baru efektif berlatih setelah Idul Fitri lalu. Minimnya dana menjadi hambatan untuk menggelar pusat pelatihan cabang (puslatcab).
Para atlet mengikuti latihan rutin yang digelar di kolam renang Katak Riang, Pohjentrek. Sebagian lagi ada yang mengikuti latihan di Malang bersama klubnya.
Seperti Selasa (24/6) pagi, Jawa Pos Radar Bromo memantau langsung sepuluh atlet selam di kolam renang Katak Riang. Di bawah asuhan pelatih Nadia Kusumawardhani dan Refi, mereka terlihat latihan fisik dan skill.
“Kami tetap meneapkan sport science dan mencari limit terbaik dari masing-masing atlet. Hasilnya, kami harus berjuang banyak jika ingin mempertahankan gelar juara umum,” beber Nadia.
Kata Nadia, untuk menghadapi porprov IX Jatim kali ini, selam memang terbilang terlambat untuk mengawali latihan.
Jika biasanya setahun sebelumnya puslatcab digelar, kali ini hanya sekitar tiga bulan. Nadia tak menampik jika dana yang minim, menjadi persoalannya.
“Memang soal anggaran yang jadi faktor. Selain tak seperti even sebelumnya, kali ini jumlahnya berkurang,” kata pelatih yang pernah meraih medali di ajang PON itu.
Bahkan selama mengarungi porprov di Malang Raya, mereka tak bisa membawa ofisial seperti even sebelumnya. Termasuk terapis pijat yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk atlet.
“Jika biasanya kami bisa membawa dua terapis, kali ini hanya satu. Terapis ini kan diperlukan karena nomor di cabor selam ini, laganya bisa setiap hari. Tiap nomor bahkan dalam hitungan jam. Sehingga dengan terapis, cedera atlet bisa diminimalisir,” beber Nadia.
Belum lagi jika berbicara vitamin dan suplemen. Termasuk porsi latihan di kolam. Jelas ada yang dikurangi, jika dibandingkan dengan even porprov sebelumnya.
Sembilan belas atlet yang akan diturunkan itu rinciannya adalah Fauzan Akbar Afif, I Wayan Bayu Saputra, Raffi Athallah Naufal Mahdi, Raditya Aryasatya, Zerlina Putri Najwa, Lina Aisyah Suyatmoko, Syaina Thalita Nur Aini, Maritza Aiko. Mereka semua diikutkan di nomor Surface.
Sementara di nomor bifin di antaranya Farrel Nandana Putra, Dewa Yuda Anugrah, M Dzaky Al Raffy, M Akmal Mirza, Dhaffa Al Fakhri, Thalita Laelani, Rizky Rubiyansari, Alfina Gusti Damayanti, Viona Arin Firnanda, Zahra Nabila Putri Arfinda. Satu atlet lagi adalah Hendiawan yang akan turun di nomor laut.
Dari 19 atlet yang sudah didaftarkan ke porprov, tidak semua atlet potensial medali yang bisa diturunkan. Sebut saja nama atlet seperti Maritza Aiko yang selalu menjadi andalan meraih emas di dua even porprov sebelumnya.
“Aiko sudah kami daftarkan, tetapi yang bersangkutan belum bisa mendapatkan izin karena tengah mengikuti pendidikan lanjutan kecabangan,” terang Nadia.
Nah, yang jadi tantangan lagi, hampir sebagian besar atlet belum pernah mengikuti ajang porprov. “Mereka bisa dibilang newbie alias pendatang baru. Dari latihan yang kami geber selama ini, waktu mereka memang masuk. Tapi sangat mepet dengan kompetitor yang akan kami hadapi di porprov nanti,” imbuh Refi.
Ada pula Farrel Nandana Putra yang merupakan anggota TNI AL . Even porprov IX kali ini berbarengan dengan KASAL CUP. Farrel diwajibkan untuk membela kesatuannya, sehingga dia dipastikan absen di porprov IX Jatim.
POSSI Kabupaten Pasuruan sudah menghitung peluang ini. “Kontingen dari Kota Batu, Kota Surabaya dan Malang, tetap menjadi kompetitor utama kami. Semoga dengan atlet yang banyak pendatang baru ini, bisa membuat kejutan,” terang Nadia.
Mulai hari ini, para atlet selam Kabupaten Pasuruan akan mulai bertanding. Semua laga selam terkecuali nomor laut, digelar di kolam renang Gajayana. (fun)
Editor : Fandi Armanto