PASURUAN, Radar Bromo-Hapkido Kota Pasuruan juga menyumbang medali pertama di ajang Porprov IX. Satu perunggu berhasil diraih oleh Raditya Khansa Abieza Prasetyo pada Selasa (10/6) di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Prestasi Raditya ini lebih rendah dari target yang dibebankan cabor karena awalnya, Raditya diharap bisa meraih medali emas.
Namun, atlet yang terjun dalam nomor individual under 58 ini harus menyerah usai kalah dari atlet Ngawi di semifinal.
Manager Hapkido Pasuruan, Fery mengungkapkan ada dua atlet yang dibawa oleh Hapkido.
Selain, Raditya Khansa, adapula Cristian Levy yang turun di nomor individual kelas under 54. Dan Raditya Khansa sebenarnya diharap bisa menyumbang emas.
Apalagi penampilan Raditya Khansa Abiesa Prasetyo cukup baik. Ia bisa melewati rintangan hingga babak semifinal.
Saat masuk di babak empat besar, Raditya bertemu atlet asal ngawi, Yudo Lelyono Prasetyo. Dalam pertandingan ini, Raditya harus mengakui keunggulan lawan 8-11.
"Kami sempat unggul. Namun pemain lawan bermain lebih baik. Jadi harus mengakui keunggulan lawan," kata Ferry.
Penyebab kekalahan, menurutnya, atlit ngawi jebolan dari taekwondo yang dikenal dengan kelincahan.
Atlet Ngawi selama pertandingan mampu menjaga jarak sehingga membuat Raditya kewalahan karena kelincahannya.
Pemain lawan mampu mencuri poin dengan tendangan dan mampu menghindar.
"Skor pemain lawan diperoleh dari tendangan kepala. Atlit ngawi memang bermain dengan sangat hati hati," jelas Raditya.
Untuk nomor under 58 atas nama Christian Levy mampu berhasil masuk di babak 8 besar.
Namun kalah telak dengan atlet dari Banyuwangi. Hapkido memang sudah berkembang di sana dan atlet tersebut juga bekas atlet Taekwondo. Jadi memang tehnik kalah jauh.
"Kami berencana menggembleng lebih agar bisa meraih emas dikejuaraan berikutnya. Yang terdekat kejurnas bulan november tahun ini," tutur Ferry. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid