PASURUAN, Radar Bromo - Persekabpas memang gagal melangkah ke Liga 2 setelah di laga terakhirnya ditekuk PSGC Ciamis. Tim pun sudah dibubarkan.
Namun, di akhir kompetisi, Persekabpas masih patut berbangga. Sebab, satu pemainnya mendapat penghargaan karena menjadi top skor.
Pemain itu adalah Ali Mashori, striker yang sampai akhir musim mencetak total 14 gol. Pemain bernomor punggung 99 itu juga sudah menerima penghargaannya saat penutupan Liga Nusantara di Stadion Indomilk Arena, Kamis (27/2).
Menariknya, setelah dia menjadi top skor, beragam tawaran datang ke pemain berusia 24 tahun itu.
“Yang jelas ada. Mulai dari tim Liga 2 dan Liga 1,” kata pemain kelahiran Kedawang, Nguling, tersebut.
Ali Mashori juga tidak menyangka bahwa dia akan menjadi top skor saat kompetisi berakhir. Pasalnya, ada pemain yang menguntit di bawahnya yakni M Alvin Dwi Guna, pemain Waanal Brothers yang berhasil mencetak 13 gol. Pemain yang juga dikenal Ali Mashori karena sudah beberapa kali bertemu.
Ali “Kacong” Mashori memang tak mengira dia bisa memberi sumbangsih gol banyak terhadap Laskar Sakera. Sebab, posisinya saat itu menggantikan Ricko Hardiansyah, yang sempat mengalami cedera di awal kompetisi.
Oleh Masdra Nurriza dan Irfan Junaidi, Ali yang kerap bermain di posisi sayap, ditarik menjadi striker. Hingga selama babak penyisihan dan enam besar, belasan gol dia ciptakan.
“Jika disuruh memilih, saya sebenarnya ingin Persekabpas lolos daripada top skor. Tapi ya patut disyukuri juga,” beber Ali Kacong.
Karir Ali Kacong di sepak bola sebenarnya juga panjang. Jauh sebelum dia ditarik ke Persekabpas, Ali sebenarnya sudah pernah bermain di tim ini di tiga musim yang lalu. Bukan hanya itu. Tim Pasuruan yang dia bela juga tak hanya Persekabpas.
“Saya pernah bermain di Persekap Junior di Liga Soeratin. Itu awal karir sepak bola saya di klub. Selebihnya, saya pernah membela tim EPA Persebaya U-17, Mataram, dan Persab Brebes,” kata Ali Kacong.
Bahkan, sebelum membela Perssekabpas, Ali sebenarnya masih terikat di klub Persab Brebes. Sebelum akhirnya dia diminta pulang oleh Gaung Andaka, manajer Persekabpas.
“Waktu itu saya tak bisa menolak. Karena Mas Gaung punya andil besar membesarkan saya. Mulai saat saya bermain di Putra Jaya, klub internal Persekabpas,” beber Ali Kacong.
Ali Kacong memang pemain lokal penuh potensi. Jauh sebelum bermain di klub, Ali pernah membela tim Porprov Kabupaten Pasuruan. Bahkan, ada peran Ali Kacong saat tim Porprov Kabupaten Pasuruan menjadi runner up di Porprov VI.
Sekembalinya Ali Kacong ke Persekabpas, Ali mengaku sangat bersyukur bisa bermain di tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Pun begitu, saat disinggung bagaimana dengan tawaran dari tim lain. Ali Kacong menjawab normatif.
“Masa depan saya masih panjang. Memang ada tawaran dari sejumlah klub. Tapi bermain di Persekabpas adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” beber Ali Kacong.
Di sisi lain, Ketua Askab PSSI Pasuruan Udik Djanuantoro mengatakan, di Persekabpas musim ini memang tak semuanya pemain berasal dari Pasuruan. Ada beberapa pemain yang direkrut dari luar.
Sebab, tim 11 yang saat itu punya tugas mempersiapkan Persekabpas, hanya punya waktu singkat untuk membentuk tim.
Namun, ada beberapa pemain lokal yang direkrut dan bisa bersaing di tim inti. Bagi Udik, ini sudah cukup karena mereka telah menunjukkan kemampuannya.
“Prinsip inilah yang kami bangun. Persekabpas itu tidak bisa langsung menjadi juara. Tembus keenam besar saja sebenarnya sudah di luar ekspektasi kami. Apalagi jika melihat persiapan kemarin,” beber Udik.
Namun, bagi Udik, Persekabpas sudah memiliki fondasi. Ada banyak pemain muda yang diproyeksi bisa berkembang. Bahkan, di internal Persekabpas, banyak bibit pemain yang bisa menjadi andalan di lini depan.
“Inilah yang menjadi proyeksi kami ke depan. Bagaimana mencetak pemain lokal yang andal. Pemain yang bisa bermain di tim-tim besar.
Pemain yang bisa masuk timnas. Seperti era dulu, ada nama-nama Jayeng, Hamid Asnan, Abdul Hamid, Hasan Maghrobi, Abdul Muntholib, Rofi’I, Irfan Junaidi, Panji, hingga Siswanto,” beber Udik. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid