Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ditekuk PSGC Ciamis, Persekabpas Gagal Promosi ke Liga 2 Lagi

Rizal Syatori • Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:22 WIB

 

 

KECEWA: Pemain Persekabpas seusai berlaga di babak enam besar. Persekabpas harus kembali mengubur impian ke Liga 2 setelah ditekuk PSGC Ciamis, Jumat (21/2) sore.
KECEWA: Pemain Persekabpas seusai berlaga di babak enam besar. Persekabpas harus kembali mengubur impian ke Liga 2 setelah ditekuk PSGC Ciamis, Jumat (21/2) sore.

PASURUAN, Radar Bromo-Persekabpas batal kembali naik ke kasta ke Liga 2. Ini setelah tim besutan Masdra Nurriza dan Irfan Junaidi itu harus takluk 3-2 saat melawat ke Stadion Galuh, markas PSGC Ciamis, Jumat (21/2) sore.

Kekalahan itu tentu membuat posisi Persekabpas harus tergeser dari klasemen akhir Grup X Liga Nusantara.

Hanya 3 poin yang bisa dikumpulkan Nofi Atmaja CS. Hasil dari sekali menang dan tiga kali kalah.

Sementara PSGC Ciamis berhasil menyalip Persekabpas, atas kemenangan kemarin yang akhirnya mengumpulkan poin 4.

Persekabpas sejatinya hanya butuh hasil seri saja saat melawat ke Ciamis. Sebab poin yang dikumpulkan PSGC awalnya hanya 1.

Jika berhasil menahan imbang, Persekabpas bisa mengumpulkan total 4 poin  dan berhak melaju ke babak selanjutnya untuk menggenggam tiket perebutan juara ketiga.

Sebagai informasi, tim yang promosi ke Liga 2 adalah tim yang menjadi juara di grup X dan Y di babak enam besar.

Sementara runner up di grup X dan Y, harus berlaga kembali untuk merebut juara ketiga. Nah, juara ketiga inilah yang berhak promosi ke Liga 2, selain peraih juara di grup X dan Y.

Di laga Jumat (21/2), Persekabpas sejatinya tampil apik. Di babak pertama, tuan rumah PSGC Ciamis memang sempat unggul lebih dulu atas Persekabpas. Ini setelah pemain PSGC bernama Ganjar, menjebol gawang persekabpas. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persekabpas yang tertinggal, mencoba bermain lebih agresif. Hasilnya, Persekabpas sempat membalikan keadaan.

Masing-masing melalui Hamzah dan Ali Mashori. Skor pun berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Laskar Sakera.

Ketinggalan selisih satu gol membuat PSGS tidak tinggal diam. Di sisa menit pertandingan, PSGC kembali membalikkan keadaan.

Hanya kurun waktu 15 menit terakhir, PSGC berhasil menambah dua gol. Skor pun berubah menjadi 3-2 untuk tim ruan rumah.

Skor 3-2 untuk keunggulan PSGC Ciamis tak berubah sampai peluit panjang berbunyi. Persekabpas harus legawa dan gagal promosi ke Liga 2.

“Harus kita terima apapun hasilnya. Kita bangga dengan tim ini, dengan segala kekurangan sampai dengan detik ini,” terang manager Persekabpas Gaung Andaka Ranggi Purbangkara.

Gaung sapaan akrabnya juga menuturkan mohon maaf atas hasil kurang memuaskan kepada Sakeramania. “Semoga musim depan lebih baik lagi,” katanya singkat

Selain gagal, Persekabpas juga harus menerima sanksi dari PSSI. Ini setelah Komdis mengeluarkan keputusan bahwa Persekabpas dikenai sanksi saat berlaga home di Stadion R Soedrasono pada Kamis (13/2) silam.

Saat itu Persekabpas menghadapi Tornado FC dan Laskar Sakera kalah 2-1.

Nah, di saat laga berakhir, ada penonton yang masuk ke dalam stadion. Kericuhan juga sempat terjadi meskipun hanya sebentar. Hasil laga itu menjadi catatan bagi komdis PSSI.

Menjelang sehari sebelum laga, manajemen Persekabpas menerima surat keputusan yang dikeluarkan 18 Februari.

Dalam putusannya, komdis PSSI memberi sanksi kepada panitia pelaksana Persekabpas yang melarang untuk menggelar laga home sebanyak enam pertandingan saat menjadi tuan rumah.

Bukan hanya itu. Persekabpas juga dikenai denda sebesar Rp 5 juta. Jumlah denda yang sama seperti ketika Persekabpas menggelar laga home melawan PSGC Ciamis.

Atas sanksi itu, manajer Persekabpas mengaku berat. Sebab, menggelar laga tanpa penonton di kandang itu, sama dengan kerugian besar.

“Enam laga tanpa penonton itu setara denda Rp 400 juta,” beber manajer Persekabpas, Gaung Andaka.

Enam laga tersebut, lanjut Gaung, jika dikalkulasi tiappertandingan. Hampir tiap kali laga di kandang, panpel harus mengeluarkan dana berkisar Rp 60 juta untuk panpel.

Atas sanksi itu, manajemen berencana mengajukan banding. Namun banding dilakukan setelah laga melawan PSGC Ciamis.

 

Klasemen Akhir Grup X Liga Nusantara

Tim                             Main   Menang         Seri     Kalah Poin

Tornado FC                4          3                      1          -           10

PSGC Ciamis               4          1                      1          -           4

Persekabpas             4          1                      -           3          3

Persekabpas gagal memperbutkan tempat ketiga

(zal/fun)

           

             

 

Editor : Abdul Wahid
#persekabpas #liga 3 #liga nusantara