Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setelah Dua Laga Home, Persekabpas Menanti Sanksi Komdis

Rizal Syatori • Sabtu, 15 Februari 2025 | 19:07 WIB
PENUHI LAPANGAN: Penonton yang meringsek masuk ke dalam Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil, seusai laga antara Persekabpas melawan Tornado FC.
PENUHI LAPANGAN: Penonton yang meringsek masuk ke dalam Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil, seusai laga antara Persekabpas melawan Tornado FC.

BANGIL, Radar Bromo - Laga home Persekabpas saat meladeni Tornado FC memang berakhir dengan kericuhan. Atas insiden yang terjadi Kamis (13/2) itu, Persekabpas terancam sanksi dari komisi disiplin PSSI.

Sehari setelah pertandingan, manajemen memang belum menerima sanksi dari PSSI maupun PT LIB yang mengelola kompetisi.

Namun Persekabpas bersikukuh bahwa kericuhan terjadi setelah laga berakhir. Bukan saat laga sedang berjalan.

“Untuk sanksi dari komdis belum turun, kami masih menunggu. Secara umum pertandingan berjalan sukses dan lancar sepanjang 2x45 menit. Kericuhan terjadi, setelah pertandingan selesai dan berlangsung sekitar 10 menit,” ungkap manajer Persekabpas Gaung Andika Ranggi Purbangkara.

Gaung sapaan akrabnya, di laga sebelumnya saat menjadi tuan rumah melawan PSGC Ciamis pada Minggu (9/2), Persekabpas menang 2-1.

Tapi di laga itu, Persekabpas juga terancam mendapat sanksi karena ada insiden pelemparan botol imbuhnya.

“Pasca dua laga home ini, secara umum perlu berbenah. Termasuk wasit harus dievaluasi,” ucapnya singkat.

Secara prinsip, manajemen tidak saling menyalahkan. Manajemen mengimbau masyarakat atau penonton, pemain sampai dengan pemerintah saling berbenah.

Sementara itu, di babak enam besar Liga Nusantara grup X, Persekabpas masih menyisahkan satu laga lagi away melawan PSGC Ciamis. Laga akan digelar Jumat (21/2) pekan depan. Persekabpas akan bertanding di Stadion Galuh, Ciamis.

“Masih ada peluang, memaksimalkan sisa laga yang ada kontra PSGC Ciamis. Tergetnya harus menang,” tuturnya.

BERAWAL DARI SINI: Pemain Persekabpas dan Tornado FC yang terlibat bentrok setelah laga berakhir. Dari sinilah kericuhan bermula.
BERAWAL DARI SINI: Pemain Persekabpas dan Tornado FC yang terlibat bentrok setelah laga berakhir. Dari sinilah kericuhan bermula.

Sisa satu laga kontra PSGC Ciamis, dengan target menang sangat penting. Jika bisa menggasak PSGC Ciamis, maka Persekabpas masih bisa nangkring di peringkat kedua di klasemen akhir. Sehingga Persekabpas masih bisa memperebutkan peringkat tiga dan lolos ke Liga 2.

“Juara grup atau peringkat pertama di masing-masing lolos otomatis ke liga dua. Juga satu tambahan satu tim lagi, di peringkat ketiga. Ini kami berusaha meraihnya,” kata pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Pasuruan ini.

Sementara itu, Dispora Kabupaten Pasuruan langsung bergerak cepat pasca kericuhan yang terjadi setelah laga Persekabpas melawan Tornado FC.

“Setelah kericuhan selesai, sore itu hingga jelang petang. Sejumlah staff dari kami langsung melakukan pengecekan sarpras yang ada di stadion R. Soedarsono,” kata Ini disampaikan kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Mujiono, dihubungi Jawa Pos Radar Bromo..

Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ada kerusakan beat. Mulai dari pagar baik di tribun penonton VIP sampai dengan ekonomi. Juga akses pintu-pintu yang ada, termasuk pagar tepi lapangan.

“Hasil pengecekan, untuk sarpras di dalam stadion semuanya aman. Pagar-pagar aman dan tidak rusak. Penonton atau suporter yang masuk ke dalam stadion, masuk ke lapangan dengan cara melompat pagar,” ungkapnya.

Begitu juga dengan papan skor digital hingga lorong dan ruang ganti pemain, wasit, serta kantor. Semuanya juga dalam kondisi aman. (zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#persekabpas #liga nusantara #psgc ciamis #Tornado FC