Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kalah di Kandang dan Laga Berakhir Ricuh, Manajer Persekabpas: Masih Ada Peluang

Rizal Syatori • Jumat, 14 Februari 2025 | 03:14 WIB

 

 

Sejumlah suporter Persekabpas turun lapangan usai wasit meniup peluit akhir pertandingan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Sejumlah suporter Persekabpas turun lapangan usai wasit meniup peluit akhir pertandingan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo-Laga Persekabpas versus Tornado FC, Kamis kemarin (13/2), berakhir ricuh. Kericuhan terjadi setelah suporter Persekabpas yang merasa kecewa, merangsek masuk ke dalam lapangan hijau, usai wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan.

Kekecewaan itu muncul terhadap kepemimpinan wasit Dwi Purba Adi Wicaksana. Serta, penjaga gawang Ternado FC yang dianggap mengulur waktu jalannya pertandingan.

Laga yang berlangsung di Stadion R Soedrasono, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, sore itu berlangsung sengit. Jual beli serangan ditunjukkan oleh kedua kesebelasan. Hingga di menit ke-43.

Laskar Sakera –julukan Persekabpas Pasuruan–dikejutkan dengan sepakan bebas yang dilesatkan oleh Ferdiansa.

Tendangan bebas itu, melesat tajam dan tak mampu dihalau penjaga gawang Persekabpas Pasuruan Reza Ardiansyah. Gol pun tercipta. 1-0 untuk Tornado FC.

Gol tersebut sekaligus menutup jalannya laga di babak pertama. Tertinggal satu gol, membuat arek-arek Sakera berusaha mengejar ketertinggalan.

Namun, mereka kembali dikejutkan dengan gol yang dilesatkan pemain Tornado FC, Septian di menit ke-46. Memanfaatkan kemelut di area kotak penalti, tembakan Septian tak mampu dibendung hingga berbuah gol. 2-0 untuk Tornado FC.

Tertinggal dua gol, membuat Ricko cs panas. Mereka membombardir pertahanan Tornado FC.

Namun, beberapa peluang, tak mampu dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol yang tercipta, dilesatkan oleh Edi Wardan di menit ke-72.

Kemelut yang terjadi di area kotak penalti lawan, tak disia-siakannya. Bola melesat ke gawang dan mengoyak jala lawan. Gol itu pun memperkecil ketertinggalan, 2-1 masih untuk kemenangan Tornado FC.

Sayangnya, hingga babak kedua berakhir, tak ada tambahan gol tercipta. Saat itulah, situasi memanas. Hingga terjadi kericuhan di lapangan.

Manajer Persekabpas Pasuruan Gaung Andika Ranggi Purbangkara mengaku, kecewa dengan hasil yang didapatkan tersebut.

“Secara hasil kecewa. Namun, permainan anak-anak sebenarnya tidak jelek," bebernya.

Gaung mengaku, timnya masih memiliki peluang. Karena itu, kesempatan terakhir akan dimaksimalkannya.

"Masih ada peluang. Kami akan kejar paling tidak peringkat dua. Perebutan juara tiga dan empat," ungkapnya. (zal/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#persekabpas #pasuruan #stadion r soedrasono #liga 3 #liga nusantara #ricuh #Tornado FC #bangil