BANGIL, Radar Bromo-Laga enam besar disambut antusias Sakeramania (sebutan supporter Persekabpas). Walau hanya punya kesempatan dua kali menggelar laga home, Sakeramania siap memberikan dukungan penuh saat Laskar Sakera tampil di depan publik sendiri.
Apalagi, sudah lama Persekabpas tidak menggelar laga di kandang sendiri sejak kompetisi musim sebelumnya. Sakeramania rindu untuk menyaksikan penggawa Persekabpas bermain di markas sendiri.
Laga home Persekabpas sendiri baru akan digelar Minggu (9/2) dan Kamis (13/2) mendatang.
Sakeramania pun lega karena PT LIB dan Polda Jatim yang beberapa waktu lalu mensurvei Stadion R Soedrasono, menyatakan stadion ini layak untuk menggelar babak enam besar.
Sebelumnya manajemen Persekabpas memang sejak awal berniat, menggelar lanjutan kompetisi di stadion yang berlokasi di Kelurahan Pogar, Bangil tersebut.
Tetapi kendalanya, stadion ini memang butuh banyak perbaikan. Manajemen sempat berpikir untuk memakai Stadion Untung Suropati di Kota Pasuruan sebagai temnpat alternatif, jika stadion di Pogar tak disetujui.
“Syukur kami mendapat kabar, Stadion di Pogar sudah disetujui. Kami bisa melihat laga langsung di markas kebanggaan sendiri,” beber Rosul, ketua Sakeramania.
Sakeramania juga sudah mulai berkoordinasi dengan koordinator wilayah di seluruh Pasuruan Raya.
Mereka meminta agar Sakeramania tertib dan tak melanggar aturan. Termasuk meminta supaya supporter tak datang saat Persekabpas berlaga tandang. Sebab hanya supporter tim tuan rumah yang diperbolehkan datang ke venue pertandingan.
“Jika sampai melanggar, ada sanksi yang diberikan oleh PSSI dan ujung-ujungnya merugikan tim. Sakeramania sejati pasti manut,” beber Rosul.
Jelas saat tampil di Pogar nanti, Sakeramania siap menjadi pemain kedua belas. Walau masuk dan meonton harus berbayar, itu tidak menjadi soal bagi Sakeramania.
“Kami bahkan siap tampil atraktif dan support penuh. Yel-yel hingga hiburan seperti drumband, sudah kami siapkan,” terang Rosul.
Bukti kecintaan Sakeramania terhadap Laskar Sakera ini sejatinya sudah ditunjukkan sejak babak penyisihan lalu.
Mereka ada yang berangkat ke Bali dan menunggu di luar stadion, sembari menunggu para pemain keluar usai berlaga.
Saat pulang ke Pasuruan setelah dari Bali pun juga sama. Mereka mengawal penggawa Persekabpas dari pintu tol menuju mess di Bangil.
Sakeramania yakin, kompetisi musim ini bisa dilewati dengan positif oleh Persekabpas. “Jalannya kompetisi tidak terlalu panjang seperti musim sebelumnya. Kesempatan untuk naik ke Liga 2 hanya tinggal sedikit. Saatnya mencetak sejarah,” beber Rosul. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid