PASURUAN, Radar Bromo - Baru Persipro 1954 yang memastikan tiket lolos ke babak 32 besar Liga 4.
Tim yang diarsiteki Ahmad Junaidi itu lolos setelah menjadi runner up klasemen Grup C. Sementara dua tim asal Pasuruan, hari ini akan saling sikut.
Dua tim itu adalah Pasuruan United dan Assyabaab Bangil. Keduanya tergabung di Grup I.
Di klasemen sementara, Pasuruan United menduduki peringkat kedua dengan raihan poin 4. Sementara Assyabaab Bangil ada di peringkat keempat.
Namun Pasuruan United sudah melakoni 3 laga, sehingga menyisakan satu laga lagi. Sementara Assyabaab Bangil baru melakoni dua laga. (lihat grafis)
Jelas kondisi tersebut membuat Pasuruan United lebih tertekan. Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini butuh kemenangan dengan margin gol banyak karena di Liga 4, juga ditentukan dengan selisih gol.
Tantangan lainnya, Pasuruan United juga harus berlaga tanpa didampingi pelatih kepalanya, Jefri Kurniawan.
Sebabnya, dia dikenai sanksi saat Pasuruan United berlaga melawan PSID Jombang. Jefri Kurniawan disanksi tak boleh mendampingi sebanyak empat laga. Selain itu, dia juga dikenai denda sebesar Rp 12,5 juta.
Jelas sanksi ini membuat Pasuruan United berada di pihak yang kurang menguntungkan.
“Kami akan melayangkan protes. Karena kami melihat tidak ada pelanggaran yang dilakukan pelatih, apalagi mendorong wasit seperti yang dilaporkan panpel. Ini jelas merugikan,” beber CEO Pasuruan United, Suryono Pane.
Sanksi terhadap sang pelatih, lanjut Suryono, sedikit banyak memang akan mempengaruhi tim.
Tapi dia meyakini, ada asisten pelatih dan jajaran ofisial yang tetap kompak untuk memenangi laga dan bisa meraih tiket lolos babak 32 besar.
Di sisi lain, Assyabaab Bangil yang meraih satu kali menang dan kalah, juga berkeinginan mendulang poin sempurna. “Sepakbola itu pasti ada yang menang dan kalah. Kami sebagai tim yang tertua di Pasuruan, ingin tetap melanjutkan kompetisi Liga 4. Bonus sudah saya siapkan jika anak-anak bias menaklukkan Pasuruan United,” beber Abubakar Assegaf, owner Assyabaab Bangil.
Keyakinan itu juga diiyakan Redi Supriyanto, pelatih Assyabaab Bangil. Dia menyebut, dari dua kali pertandingan, timnya sebenarnya bisi memenangi dua-duanya. Namun di laga pertama saat melawan PSID Jombang, laga sempat tertunda karena cuaca. “Sehingga satu pemain kami harus absen karena tak bias izin kerja,” beber Redi.
Laga derby antara Pasuruan United dan Assyabaab Bangil ini akan digelar di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, sore nanti.
Sementara itu, sudah dua tim di wilayah Probolinggo-Pasuruan yang memastikan tak bias melanjutkan kompetisi.
Dua tim itu adalah Persekap Kota Pasuruan dan Persikapro. Persekap Kota Pasuruan hanya menempati peringkat empat Grup C dengan raihan 4 poin (menang sekali, seri sekali dan kalah sekali).
Sedangkan Persikapro sudah mengalami dua kali kekalahan dan tinggal menyisakan satu laga lagi yakni melawan Perseta Tulungagung.
Walaupun di laga akhir nanti Persikapro bias memenangi laga, poin tim ini tak bisa mengerek peringkat di klasemen Grup B yang sementara ini dihuni oleh Mitra Surabaya (6 poin) dan Persebo Muda 1964 (4 poin). (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid