PASURUAN, Radar Bromo-Kompetisi Liga 4 dijadwalkan Asprov PSSI Jatim mulai dihelat 4 Januari tahun depan.
Lima klub yang berasal dari Pasuruan dan Probolinggo, sudah mulai mempersiapkan diri.
Selain menyeleksi pemain, klub-klub juga sudah membentuk jajaran manajer dan kepelatihan. Manajer dan pelatih inilah yang akan mengawal klub selama berlaga.
Beberapa klub bahkan sudah ada yang memiliki kerangka tim hingga menggelar sparring partner.
Latih tanding ini sebagai bentuk supaya tim kian kuat. Sehingga jika kompetisi dimulai, klub sudah memiliki kisi-kisi siapa yang akan jadi starting eleven alias pemain inti.
Di Pasuruan, beberapa klub masih ditangani manajer yang sama. Seperti Persekap, Pasuruan United, dan Assyabaab.
Persekap misalnya, sudah menunjuk Suci Mahardiko sebagai manajer Laskar Suropati (The Lasser). Suci Mahardiko di musim sebelumnya, sudah memanajeri klub kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan. Begitu terbentuk, Persekap juga mempercayai Suhaimi sebagai head coach.
“Karena Liga 4 ini dibutuhkan pelatih lisensi B AFC, maka posisi pelatih kepala dipegang Suhaimi. Beliau didampingi asisten Dwi Permana,” terang Mas Koko, panggilan akrab Suci Mahardiko.
Nama Suhaimi dan Dwi Permana juga tidak asing. Suhaimi adalah Ketua Askot PSSI Pasuruan yang kenyang akan pengalaman melatih tim sepakbola.
Sementara Dwi Permana juga sama, bahkan menjadi asisten pelatih di tubuh Rans Nusantara FC yang berlaga di Liga 2.
Suhaimi di karir kepelatihannya, juga terbileng mentereng. Dia pernah beberapa tahun melatih Persekap saat masih berlaga di Liga 2. Sedangkan Dwi Permana, juga kenyang pengalaman melatih tim-tim di Liga 3 seperti PSPK dan Persekap sendiri.
Selain pelatih, jajaran manajer kini juga gencar mencari sponsorship. Sebab, Persekap akan berlaga di Jember saat babak penyisihan. Tentu laga di Jember memerlukan akomodasi yang tak sedikit.
“Alhamdulillah, beberapa sponsor sudah masuk. Kami juga dibantu Pemkot Pasuruan,” beber Mas Koko.
Pria yang menjadi anggota legislatif di parlemen Kota Pasuruan ini mengaku, memang di kompetisi musim ini, waktu yang dimiliki tiap klub sangat singkat. Tapi dia mengaku, persiapannya tidak semepet musim lalu. Sehingga dia yakin, Persekap layak diperhitungkan di Grup C yang berisikan Persid Jember, PSIL Lumajang, Persipro 1954.
Pasuruan United juga sama. Klub berjuluk Laskar Santri Mbeling ini tetap mempercayai Eddy Purwanto sebagai manajer.
Hanya saja di posisi pelatih ada perubahan. Pasuruan United kini dilatih Jefri Kurniawan yang merupakan pelatih asal Malang. Eks pemain timnas yang juga pernah bermain di 10 klub profesional ini, juga telah tiba dan ikut menyeleksi pemain.
Sugianto selaku sekretaris Pasuruan United mengatakan, sebelum menunjuk Jefri Kurniawan, sejatinya banyak pelatih yang melamar ke Laskar Santri Mbeling. Namun setelah diputuskan jajaran petinggi klub, nama Jefri Kurniawan dianggap paling mumpuni.
Sebelum melatih Pasuruan United, Jefri Kurniawan pernah melatih SSB di Lawang, asisten pelatih Akademi RNA, melatih klub Batu Ampar FC, tim Soeratin U-13 regionalAskab PSSI Malang, dan Satria Muda Pegasus U-15. Sehingga dengan pengalamannya melatih pemain muda, Pasuruan United meyakini, Jefri akan lebih fleksibel dan tahu akan pola dan mengembangkan pemain junior.
“Begitu juga dengan pemain. Kami menerima ratusan CV pemain yang masuk ke email. Itu belum termasuk pemain yang langsung ikut seleksi di lapangan,” terang pria yang seharinya berdinas di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan tersebut.
Pasuruan United di Liga 4 tergabung di grup I bersama PS Mojokerto Putra, Assyabaab Bangil, PSID Jombang, Surabaya Muda. Laga perdana akan digelar 5 Januari mendatang dan semuanya digelar di lapangan Batalyon Infanteri Raider 503 di Mojokerto.
Satu grup dengan Pasuruan United, ada Assabaab Bangil. Abubakar Assegaf selaku owner klub ini mengatakan, Assyabaab Bangil sudah menunjuk Redi Supriyanto sebagai pelatih kepala. Pelatih asal Malang ini memang punya ikatan kuat dengan klub yang bermarkas di Bangil tersebut.
Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Redi mengatakan, sebelum dia mendapat amanah dari klub, sebenarnya banyak klub yang menawarinya.
“Mulai Arema Indonesia dan beberapa klub lain. Tetapi karena kedekatan saya dengan Assyabaab Bangil, saya memilih ke klub ini. Apalagi, banyak pemain potensial yang kualitasnya juga saya ketahui. Sehingga jika nanti kompetisi dimulai, tentu akan memudahkan saya,” beber pelatih kelahiran 27 Mei 1975 itu.
Redi sebelumnya adalah pemain yang pernah membela tim PON Bali, Arema Malang, Gelora Dewata, Persegi Gianyar, PSIR Rembang, PSMP Mojokerto, Mitra Kukar, Persebaya. Sementara karir kepelatihannya, Redi pernah melatih Arema Indonesia, Perseru Serui, Persibat.
Beralih ke Probolinggo. Dua klub yang akan ikut Liga 4 yakni Persipro 1954 dan Persikapro, juga sudah membentuk tim. Persipro tetap mempercayai Ahmad Junaidi sebagai allenatore. Sementara Persikapro, mempercayai Setyo Kusmedi.
Persipro 1954 satu grup dengan Persekap dan semua laga digelar di Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Persipro akan melakoni laga perdana melawan PSIL Lumajang pada 6 Januari 2025.
Pada 8 Januari 2025 mereka dijadwalkan menghadapi Persid Jember, tuan rumah Grup C. Persipro akan menutup fase grup dengan melawan Persekap Kota Pasuruan pada 10 Januari 2025.
Ahmad Junaidi sang pelatih kepala mengungkapkan bahwa timnya telah menjalani berbagai sesi latihan intensif. Pada minggu pertama, latihan difokuskan pada peningkatan fisik, termasuk latihan di beberapa lapangan Kota Probolinggo dan pasir pantai untuk memperkuat daya tahan pemain.
"Minggu kedua, kami akan beralih ke taktik dan strategi. Di sini, pemain mulai memahami pola permainan yang akan diterapkan," jelas Junaidi.
Lima hari menjelang kick-off, Persipro berencana menggelar uji coba untuk menguji kesiapan taktik dan performa para pemain. "Kami masih mempertimbangkan lokasi untuk uji coba ini. Tetapi yang pasti, ini akan menjadi evaluasi penting sebelum bertanding," tambahnya.
Junaidi menegaskan bahwa dirinya tetap menggunakan formasi andalan 4-3-3, yang akan menjadi fokus utama tim. "Kami optimalkan formasi ini karena fleksibel dan sesuai dengan karakter pemain yang kami miliki," ujar Junaidi.
Meski seluruh pemain di skuad Persipro 54 adalah wajah baru, Junaidi menekankan pentingnya kerja keras dan optimisme. Dia juga mengakui bahwa Grup C dihuni oleh tim-tim berpengalaman yang sering meraih kemenangan. Namun, hal itu tidak membuatnya gentar.
"Kami tetap optimistis menang. Target kami adalah keluar sebagai juara grup. Jika lolos, baru kami pikirkan target berikutnya," tutup Junaidi.
Sedangkan Persikapro tergabung di Grup B bersama Mitra Surabaya, Persibo 1964, dan Perseta Tulungagung. Persikapro sudah menunjuk Setyo Kusmedi yang memiliki lisensi B.
“Saat ini kami masih dalam tahap pembentukan kerangka tim. Kami masih mengatur posisi pemain dan beberapa sudah mulai menemukan bentuknya,” tambahnya.
Persikapro saat ini rutin menjalani latihan di lapangan Maron, dengan fokus memperkuat kerangka tim. Sebelumnya, tim juga telah melakukan training load (TL) dan pertandingan uji coba melawan tim Banyuwangi yang berlangsung di lapangan Bima Sakti Banyuwangi.
“Rencananya akan ada program latihan tanding lebih lanjut untuk memperkuat tim. Namun, hingga saat ini kami belum melakukan banyak pertandingan karena masih dalam tahap pengaturan posisi pemain,” beber Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Erfan Yulianto.
Sembari menyeleksi pemain, Persikapro harus menjaring pemain yang benar-benar dibutuhkan klub. Ini dilakukan sebelum pendaftaran pemain di tingkat provinsi nanti. Meski begitu Persikapro tidak memasang target tinggi. Fokus utama mereka adalah memberikan pengalaman bagi pemain muda sekaligus mempersiapkan diri untuk target utama, yakni lolos ke babak utama Porprov 2025.
“Liga 4 ini tidak ada target khusus, yang penting para pemain mendapatkan pengalaman. Karena para pemain yang akan diturunkan untuk Porprov ya ini. Jadi, proses ini menjadi bagian dari persiapan,” jelas Erfan.
Erfan mengakui bahwa persaingan di Grup B cukup menantang. “Mitra Surabaya mungkin lawan yang cukup sulit, tetapi untuk tim lainnya masih seimbang. Dengan wajah baru ini, Insyaallah tidak ada masalah. Meski masih baru, progresnya positif. Para pemain sudah terbiasa bertanding, tinggal memperkuat dan memproses saja,” katanya optimis.
Persikapro juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti Liga 4, mengingat ancaman sanksi dari provinsi apabila absen. “Yang jelas, kami siap dengan komposisi pemain muda sesuai regulasi,” pungkas Erfan Yulianto. Dengan persiapan matang dan semangat baru, Persikapro siap memberikan yang terbaik di Liga 4. (gus/mu/fun)
Editor : Abdul Wahid