PASURUAN, Radar Bromo-Kompetisi Liga Nusantara digelar mulai sore nanti. Semua tim sudah mempersiapkan diri untuk melakoni laga perdana.
Termasuk Persekabpas yang sore nanti akan menghadapi PSM Madiun di Gelora Samudera, Badung, Bali. Laskar Sakera langsung menargetkan tiga poin.
Tim besutan Masdra Nurriza juga sudah tiba di Pulau Dewata sejak Senin (9/12) lalu. Ricko Hardiansyah CS juga telah berlatih dan menjajal Gelora Samudera yang akan menjadi venue laga. Semua pemain dalam kondisi fit dan siap tempur.
Target tiga poin, dinilai pantas karena laga sore nanti adalah pertandingan pertama. Dukungan khusus pun diberikan manajer Persekabpas Gaung Andaka.
Setelah melihat perkembangan tim dan kekompakkan jajaran pelatih serta ofisial, target tiga poin bukan tidak mungkin bisa diraih.
“Secara keseluruhan, Persekabpas sudah siap untuk melakoni Liga Nusantara. Dengan kombinasi pemain baru dan taktik jajaran pelatih, kami meyakini Persekabpas layak diperhitungkan,” terang Gaung.
Sebagai manajer, Gaung merasa beruntung memiliki tim yang kompak. Meski persiapan pembentukan dilakukan dengan waktu singkat.
Apalagi Liga Nusantara adalah kompetisi yang terbilang baru dengan level semiprofesional.
Tapi melihat perkembangan sejauh ini, tim Persekabpas siap dengan segala apapun yang akan dihadapi.
“Boleh dibilang, di Liga Nusantara ini kami ini kan terbilang mengencangkan ikat pinggang. Namun semangat pemain dan jajaran pelatih serta ofisial begitu tinggi,” beber pria yang merupakan legislator dan pengusaha ini.
Over all Gaung melihat Liga Nusantara ini, tantangannya tidak hanya pada jeda pertandingan yang begitu singkat.
Setiap tim berlaga tiap tiga hari sekali. “Bukan hanya menguras fisik dan tenaga. Ada beberapa regulasi yang harus dipatuhi oleh setiap tim saat berlaga,” beber Gaung.
Misalnya seperti, di tiap laga, semua tim harus menurunkan komposisi pemain U-23 sebanyak 5 pemain dan U-21 sebanyak satu pemain. Sisanya, lima pemain tidak dibatasi kategori usia alias pemain senior. Kombinasi ini dia percayakan terhadap jajaran pelatih.
Di bawah asuhan Masdra Nurriza dan Irfan Junaedi, Gaung optimistis, Persekabpas akan menjadi tim yang layak diperhitungkan.
“Coach Masdra itu kan punya pengalaman melatih dengan sport science. Sementara coach Irfan paham betul dengan taktik. Duet pelatih ini kami yakini efektif untuk mengarungi Liga Nusantara,” beber Gaung.
Namun Gaung mempertegas, tim Persekabpas kali ini dibangun bukan hanya untuk semata menghadapi Liga Nusantara semata. “Tetapi kami ingin membangun fondasi tim yang kuat,” beber Gaung.
Di sisi lain, head coach Persekabpas Masdra Nurriza yang terbilang masih baru menangani Persekabpas, sudah klik dengan para pemain dan pelatih.
Dia juga tidak menyoal dengan regulasi aturan pemain yang harus diturunkan di tiap laga. Sebab, ada banyak pilihan pemain yang bisa dia mix.
Kata Masdra, dia dan jajaran pelatih sudah berbicara dari hati ke hati dengan para pemain. Semuanya pun kompak dan ingin membawa Persekabpas berprestasi.
“Meskipun kompetisi Liga Nusantara terbilang kompetisi baru, levelnya sudah semiprofesional. Selama tim ini dibentuk, Persekabpas sudah berjalan ke arah positif. Hanya kami tinggal mengatur ritme karena kompetisi ini memang menguras fisik dan tenaga,” beber pelatih yang juga pernah menangani Persekap Kota Pasuruan dan Persibo Bojonegoro ini.
Secara keseluruhan, Masdra merasa, 16 tim yang berlaga di kompetisi ini, pasti punya skema dan taktik tersendiri. Yang tentunya berbeda seperti di liga sebelumnya.
“Memang secara tidak langsung, Liga Nusantara ini turunan dari Liga 3. Tim-tim yang bertanding juga berasal dari tim Liga 3 dan Liga 2 yang degradasi. Tentu ini tidak bisa menjadi tolak ukur karena regulasinya berbeda,” beber Masdra.
Siapa saja pemain yang akan dia turunkan sore nanti? Masdra belum merinci, siapa saja yang akan jadi starting eleven. Tapi dia sudah punya pandangan dan kisi-kisi, sebelum tim menyetorkan daftar susunan pemain untuk laga sore nanti.
“Tetapi pasti ada kombinasi antara pemain junior dan senior. Di senior, kami punya Patrich Wanggai dan Nyoman Adi Parwa. Ada pula Siswanto yang bisa menjadi pemimpin di lapangan. Yang pasti akan kami evaluasi untuk menjadi bahan pertimbangan di laga selanjutnya. Sebagai bagian dari strategi,” beber Masdra.
Begitu juga saat ditanya tentang PSM Madiun yang sejatinya sudah dikenal oleh Masdra. Namun PSM Madiun saat ini, tentu berbeda dengan musim lalu. Mereka punya cara tersendiri untuk menyiapkan tim yang rata-rata memang punya waktu singkat untuk persiapan.
Di sisi lain, para pemain Persekabpas begitu antusias untuk menghadapi Liga Nusantara. Salah satunya Ricko Hardiansyah, striker yang di musim lalu menjadi andalan di lini depan.
Selama di Bali, Ricko mengaku, kekompakkan pemain sudah makin erat. Kerjasama antarlini juga baik dan pemain begitu percaya dengan duet Masdra dan Irfan Junaedi.
“Alhamdulillah, teman-teman dalam kondisi bugar semuanya. Doakan kami bisa menang di laga perdana,” terang Ricko seraya berharap. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid