PASURUAN, Radar Bromo - Misi RANS Nusantara FC untuk tembus ke Liga 1 sudah sangat berat. Ini setelah tim milik Raffi Ahmad tersebut, ditekuk Gresik United 2-0 di laga pekan lalu.
Apalagi di laga lanjutan Liga 2 sore nanti, tim besutan Edi Sudiarto akan melakoni laga tandang melawan Deltras Sidoarjo.
Langkah Rans Nusantara juga tidak mudah saat menghadapi Deltras di Stadion Soepriyadi, Blitar. Di pertemuan pertama 25 September lalu di Stadion Untung Suropati, Rans Nusantara hanya mampu bermain imbang 0-0. Saat itu laga digelar tanpa penonton.
Memang klasemen sementara Grup C Liga 2, posisi klasemen sementara antara Rans Nusantara dan Deltras Sidoarjo, terpaut satu peringkat. Jumlah poin Deltras lebih banyak yakni 12.
Sementara Tim milik Raffi Ahmad ini berada di atas Persewar Waropen, yang menjadi juru kunci di Grup C.
Sementara, Rans Nusantara FC baru mengumpulkan sembilan poin dari sembilan laga. Hasil dari dua kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Dengan gol memasukkan tiga dan kebobolan 10.
Praktis, Rans Nusantara harus menang di sisa laga. Tim ini sangat sulit untuk naik ke Liga 1. Bertahan di Liga 2 adalah target realistis.
Coach Rans Nusantara, Edi Sudiarto menyebut pihaknya tidak memiliki pilihan lain kecuali harus menang dalam laga melawan Deltras. Sebab posisi timnya tidak menguntungkan.
Agar bisa lolos ke babak delapan besar, maka harus menjadi pimpinan dan runner up grup.
"Kami berupaya mengejar target realistis dengan lolos melalui play off. Tapi agar bisa mengikuti play off harus berada di peringkat tiga sampai enam," katanya.
Apalagi saat ini Rans sudah ditinggal oleh dua pemain asingnya. Joalisson Santos asal Brazil dan Ismael Salim Dunga asal Kenya. Keduanya tak lagi menjadi bagian dari skuad Rans Nusantara. Alhasil pemain asing di Rans tinggal satu orang, yakni Bektur Taglal Ulul asal Kysgirstan.
Namun Edi memastikan walau peran dua pemain asing itu sentral, Rans Nusantara FC masih memiliki pemain lain yang bisa menggantikan.
Ia akan mengoptimalkan peran pemain lokal, utamanya mereka yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan menit bermain.
"Banyak pemaian lokal di skuad kami yang juga bagus. Cuma selama ini karena kurang mendapatkan kesempatan saja," tutur Edi.
Saat ditanya strategi khusus untuk menghadapi Deltras, Edi menyebut pihaknya akan melakukan strategi berbeda daripada saat melawan Gresik United.
Sejak menit pertama akan menekan sejak awal pertahanan lawan. Variasi serangan berupa serangan dari tengah, serangan dari sayap hingga serangan balik akan dilakukan.
"Kami harus tetap optimistis bisa meraih poin penuh. Karena tidak ada pilihan lain jika ingin lolos ke babak delapan besar," tutur Edi. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid