PASURUAN, Radar Bromo-Langkah Rans Nusantara FC untuk bisa melaju ke babak delapan besar Liga 2, cukup terjal.
Tim milik Raffi Ahmad itu harus bisa meraih poin di lima pertandingan sisa laga grup tiga. Minimal Rans Nusantara wajib sapu bersih semua laga di kandang.
Jika tidak, maka bukan tidak mungkin, mereka bisa tergelincir. Apalagi Rans Nusantara di klasemen grup 3, saat ini berada di posisi tidak aman.
Rans Nusantara FC berada di posisi ketujuh dengan raihan sembilan poin dari delapan laga. Hanya satu tingkat di atas juru kunci yang dihuni Persewar Waropen.
Dari delapan laganya, Rans Nusantara FC meraih dua kemenangan, tiga kali imbang dan tiga kali kalah.
Dengan gol memasukkan tiga dan kemasukan delapan. Sehingga total poin yang dikumpulkan sembilan. Terpaut empat poin dari Persela Lamongan, penghuni runner up di grup 3.
Untuk bisa lolos ke babak delapan besar, Rans Nusantara FC, minimal harus menempati posisi runner up.
Sebab hanya peringkat satu dan dua, yang otomatis lolos ke babak delapan besar. Bahkan jika Rans Nusantara FC tidak bisa beranjak dari posisinya saat ini, bukan tidak mungkin klub ini akan terdegradasi ke Liga Nusantara (dahulu Liga 3). Sebab, sesuai mekanisme, dipastikan dua tim terbawah akan terdegradasi.
Mau tak mau, Rans Nusantara FC harus memaksimalkan sisa laga yang ada. Meski dari lima pertandingan, tiga di antaranya dilakoni di kandang. Sementara dua laga adalah tandang. Tidak mudah karena laga away pasti tidak akan mudah.
Head coach Rans Nusantara FC, Edi Sudiarto menyebut, kans timnya untuk bisa lolos ke delapan besar masih terbuka lebar. Kuncinya, Syaiful Indra Cahya CS, harus memanfaatkan sisa pertandingan dengan baik.
Pelatih asal Malang ini menargetkan, Rans Nusantara FC bisa meraih 11 poin di lima laga sisa. Dengan tiga laga home, wajib meraih kemenangan.
Misi ini, diakui Edi, memang tidak mudah. Sebab walau ada tiga laga home tersisa, Rans Nusantara FC harus menghadapi tim yang kuat.
Mulai dari Gresik United pada 1 Desember, Persela Lamongan pada 14 Desember dan Persewar Waropen pada 11 Januari tahun depan.
Sedangkan dua laga away, Rans Nusantara FC harus melawan tim kuat Deltras pada 7 Desember dan Persibo Bojonegoro pada 4 Januari.
Dari sisa tiga laga home, Rans Nusantara pantang untuk meremehkan. Sebab saat meladeni Gresik United, Rans Nusantara kalah dengan skor telak 3-0. Begitu juga saat menghadapi Persela Lamongan di Tuban Sport Center, Rans Nusantara hanya meraih seri 1-1. Rans Nusantara hanya menang saat bertandang ke Papua, markas Persewar Waropen. Saat itu Rans Nusantara menang 2-1.
Bagaimana dengan laga away? Tim dengan jersey warna ungu ini, diprediksi mampu memberi perlawanan. Sebab saat menghadapi Deltras dan Persibo Bojonegoro, Rans Nusantara meraih hasil seri. Yakni 0-0 saat menjamu Deltras Sidoarjo dan 2-2 ketika menghadapi Persibo Bojonegoro.
Sehingga, mutlak bagi Rans Nusantara untuk menyabet poin sempurna di tiga laga home. "Kami targetkan bisa sapu bersih laga home. Serta mencuri poin di laga away. Target bisa meraih 11 poin di lima laga," katanya.
Edi kembali menyebut kans timnya lolos masih terbuka lebar. Sebab, andai Rans tidak bisa memuncaki atau menjadi runner up grup 3, timnya masih berpeluang mengikuti babak play off. Syaratnya, Rans Nusantara harus menjadi enam peringkat terbaik.
"Namun memang paling ideal, kami bisa menjadi peringkat satu dan runner up grup agar bisa lolos ke babak delapan besar," jelas Edi.
Ia meyakini tim asuhannya bisa memaksimalkan laga yang tersisa. Seluruh pemain, baik lokal maupun pemain asing dalam kondisi baik. Mental pemain juga bagus meski sempat kalah dalam laga terakhirnya ketika away menghadapi Persipura lalu.
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa meraih poin di lima laga tersisa," tutur coach Edi. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid