PERSEKABPAS dipastikan musim ini akan berlaga di kompetisi Liga Nusantara (sebutan Liga 3). Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan itu hanya punya waktu singkat untuk persiapan lantaran kompetisi dijadwalkan bakal digelar pertengahan bulan depan.
Setelah menunjuk Irfan Junaedi sebagai pelatih sementara, proses seleksi pemain hingga kini masih dilakukan.
Tim 11 yang kini menangani sementara Persekabpas, menggelar seleksi ini tiga kali dalam sepekan.
Sehingga komposisi sementara pemain sudah didapat. Jajaran pelatih dan ofisial hanya tinggal melaunching dan mendaftarkan pemain.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proses seleksi bahkan masih berlangsung sampai Jumat (15/11).
Irfan Junaedi bersama pelatih yang lain yang dipercaya menyeleksi pemain mengaku, sudah mendapatkan kerangka pemain depan, tengah maupun belakang.
Seleksi digelar di lapangan Mojoparon, Rembang. Beberapa pemain Persekabpas di musim lalu, banyak yang masuk. Selain itu ada eks Pasuruan United yang sudah mengikuti latihan bersama.
“Ya, saya memang mencampur eks Pasuruan United dan beberapa pemain Persekabpas, yang di musim sebelumnya berlaga di Liga 3. Syukur, campuran pemain ini sudah OK dan hanya tinggal memoles. Selebihnya, seleksi dilakukan untuk mencari tambahan pemain,” beber Irfan.
Beberapa nama pemain yang sudah masuk radarnya seperti Rico Hardiansyah
Nofi Atmaja, Dani, Saiful, Edi Wardan. Keempatnya adalah eks Persekabpas di musim sebelumnya.
Selain itu ada nama Arvanda Rohman Hakim, Nur Haqiqi, gelandang Pasuruan United yang di musim lalu juga kerap mencetak angka. Ada pula nama Khumaidi yang di musim lalu, selalu menjadi penjaga gawang di starting eleven Laskar Santri Mbeling.
Irfan beruntung karena dia juga sudah mengenal karakter para pemain tersebut. Mix antara pemain dua klub ini, dirasa mumpuni untuk mengarungi Liga Nusantara. Karena sebagian besar ada yang masuk senior maupun junior.
Eks pemain Persebaya ini mengatakan, format Liga Nusantara (dahulu Liga 3) musim baru ini memang berbeda. Termasuk soal aturan pemain yang diberlakukan.
“Aturannya memang masih berubah-ubah. Bahkan sudah tiga kali kami mendapatkan perubahan aturan ini,” beber Irfan.
Aturan terbaru yang diperolehnya adalah batasan usia pemain. Di Liga nusantara, setiap klub boleh merekrut hingga 10 pemain. Namun yang diperbolehkan bermain di lapangan sat tanding nanti, maksimal 5 orang. Begitupula dengan pemain muda dan junior. (lihat grafis)
Soal skema pertandingan, irfan menyebut, ini juga sudah beberapa kali berubah. Dari yang awalnya kompetisi penuh dan kini berubah setengah kompetisi. Hasilnya, pembagian grup sudah dilakukan. Persekabpas masuk ke Grup 3 bersama lima tim lainnya.
Enam tim ini direncanakan akan bertanding di tempat netral. “Tempatnya sudah dipertimbangkan. Kemungkinan besar digelar di Bali. Sementara dua grup lainnya digelar di Solo dan medan,” beber Irfan.
Bukan hanya mekanisme pertandingan dan tempat pertandingan. Untuk pelatih, kata Irfan, pelatih di Liga Nusantara minimal harus memiliki lisensi A AFC. Sehingga jika ini diterapkan, maka Irfan Junaedi perlu menambah levelnya karena dia masih memegang lisensi B AFC.
Tapi itu bukan masalah. Sebab irfan mengaku akan menggandeng Masdra Nurriza. Dia adalah pelatih yang pernah menangani Persibo Bojonegoro dan persekap Kota Pasuruan. “Senin nanti Masdra mulai bergabung,” beber Irfan.
Apakah artinya posisi pelatih kepala yang dipegang irfan akan bergeser? Irfan membenarkan dan dia kemungkinan akan menjadi asisten Masdra. Tetapi dia senang karena Masdra bukanlah pelatih kemarin sore.
“Masdra adalah pelatih yang punya kemampuan akademik. Sementara saya teknik di lapangan. Kami berdua sudah akrab sejak lama dan saya merasa klik dengan dia,” beber Masdra.
Di sisi lain, ikutnya Persekabpas di Liga Nusantara juga ada konsekuensi yang harus ditempuh. Karena Liga Nusantara dikelola PT Liga Indonesia Baru (LIB), maka status Liga Nusantara adalah liga profesional. Nah, untuk bermain di liga profesional, tim tak boleh lagi mendapat suplay dari APBD.
Selain itu, tak kalah penting adalah, tiap klub harus diswastakan atau dibuat perseroan terbatas. Langkah ini juga sudah ditempuh oleh Askab PSSI Pasuruan yang sudah memproses swastanisasi Persekabpas.
Ini diungkapkan Udik Djanuantoro, Ketua Askab PSSI Pasuruan. Kata dia, saat masih berlaga di liga amatir, status Persekabpas adalah perkumpulan. Sehingga saat diswastakan, maka Persekabpas harus berubah menjadi PT.
“Seluruh jajaran Askab dan klub di bawah naungan Persekabpas juga sudah menyetujui. Caranya dengan pembagian saham dan klub Persekabpas masih dominan. Saat ini sedang kami proses,” beber Udik.
Bagaimana dengan manajer? Soal itu, Udik menyebut bahwa sampai sekarang, Askab PSSI masih mencari. Namun sudah ada beberapa pihak yang dikabarkan segera merapat.
Sosok manajer ini tentu diharapkan tidak hanya mengerti sepakbola. Tetapi bisa mendukung upaya Persekabpas untuk bisa melaju dengan lancar selama mengarungi Liga Nusantara. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid