Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hanya Persekabpas yang Bertahan di Liga 3 di Musim Baru Kompetisi Tahun 2024-2025

Fahrizal Firmani • Sabtu, 2 November 2024 | 16:05 WIB
MUSIM LALU: Skuadra Persekabpas saat menyapa penonton setelah berlaga di kompetisi tahun 2023-2024. Musim baru nanti, Persekabpas akan berlaga di Liga 3.
MUSIM LALU: Skuadra Persekabpas saat menyapa penonton setelah berlaga di kompetisi tahun 2023-2024. Musim baru nanti, Persekabpas akan berlaga di Liga 3.

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mengeluarkan surat edaran untuk format baru kompetisi musim 2024-2025.

Kompetisi musim baru hanya akan diikuti 18 tim, sehingga banyak klub yang terlempar ke Liga 4 (dahulu Liga 3 zona Jawa). Hanya Persekabpas yang masih bertahan di Liga 3.

Kompetisi musim baru ini juga bakal digelar Desember mendatang. Sehingga setiap klub hanya punya waktu singkat.

Sementara klub-klub yang terlempar ke Liga 4, wait and see. Sebab format baru ini jelas membuat setiap klub harus berpikir ulang untuk mengikutinya.

Surat edaran (SE) baru tentang format kompetisi musim baru ini sejatinya suah diuat PSSI sejak September. Persis setelah PSSI menggelar kongres.

SE bernomor 163/B/PSSI-Jatim/IX/2024 itu berisikan tentang kompetisi amatir dan kelompok umur serta agenda Piala Pertiwi.

Dalam SE itu, PSSI menuliskan bahwa hanya tim yang lolos sampai 16 besar di musim lalu saja, yang berhak mengikuti Liga 3.

Sehingga hanya Persekabpas saja yang bertahan di Liga 3. Sementara tim seperti Persekap, PSPK (Kota Pasuruan), Pasuruan United dan Assyabaab (Kabupaten Pasuruan), Persipro dan Persikapro (Kota dan Kabupaten Probolinggo), berlaga di Liga 4.

Setelah SE tersebut didapat Askot dan Askab PSSI masing-masing daerah, maka persiapan segera dilakukan. Termasuk Persekabpas yang bergerak cepat untuk melakukan seleksi pemain. 

Askab PSSI Pasuruan bahkan membentuk tim 11 yang bertugas untuk menyeleksi pemain.

“Tim 11 ini kami bentuk karena Askab PSSI belum dikukuhkan. Saat ini sudah beberapa kali tim 11 menggelar seleksi pemain,” beber Udik Djanuantoro, Ketua terpilih Askab PSSI Pasuruan.

Tim 11 ini, kata Udik, melibatkan sejumlah pemerhati bola dan beberapa eks pemain Persekabpas.

Diantaranya ada Siswanto, Irfan Junaedi, Kasan Sholeh dan banyak lainnya. Begitu juga dengan pelatih-pelatih macam Kasianto hingga Abdul Muntholib.

Mereka berkolaborasi dengan beberapa pengusus Askab PSSI Pasuruan yang baru.

“Kami juga sudah menemui Pj Bupati Pasuruan. Pada intinya kami di Askab PSSI menginginkan pembinaan sepakbola tetap berlangsung. Termasuk Persekabpas dan turnamen kelompok umur yang harus kami pikirkan,” beber Udik.

Apakah berat kompetisi musim baru ini? Udik hanya tertawa saat ditanya soal itu. Tapi dia membenarkan bahwa klub seperti Persekabpas yang akan berlaga di Liga 3, jelas butuh anggaran.

Sementara tim ini memiliki kas nol setelah musim lalu. “Bukan minim anggaran ya. Tetapi tidak ada anggaran,” katanya.

Sebab itulah, tim 11 juga tak hanya berkonsentrasi dalam seleksi pemain. Tim 11 yang juga berada di bawah naungannya, sekarang gencar mencari sponsorship yang akan digandeng untuk menjadi “amunisi” Persekabpas.

Bukan tanpa alasan mengapa Liga 3 disebut erat. Kata Udik, jika melihat skema kompetisi musim baru, maka Persekabpas akan menghadapi dengan kompetisi sesuai pembagian grup.

“Jika dirinci lagi, Persekabpas adalah tim di Jatim yang lolos. Sehingga pembagian grupnya nanti, masuk ke zona wilayah timur. Bisa dibayangkan seperti apa beratnya jika tim bertanding di wilayah timur. Mulai dari transportasinya hingga akomodasinya,” beber Udik.

Namun Udik mengaku beruntung, memiliki pengurus yang solid. Sehingga tim 11 akan lebih mudah membentuk tim dan ofisial, termasuk mencari sponsorhip. “Soal pemain, kami juga sudah memiliki kerangkanya. Maka fondasi tim ini tinggal kami pertajam hingga kompetisi segera digelar,” beber Udik.

Mampukah Persekabpas naik ke Liga 2 ? Atau justru bisa turun ke Liga 4? Sebab format kompetisi musim baru ini, ada 8 tim yang akan terdegradasi ke Liga 4.

Udik meyakini Persekabpas mampu bersaing. “Tetapi fokus Askab PSSI tidak hanya Persekabpas semata. Kami juga memikirkan kompetisi yang lain seperti Piala Soeratin di kelompok umur 13, 15 dan 17 yang tujuannya juga untuk pembinaan pemain usia dini,” beber Udik.

Saat ini Tim 11 juga sudah beberapa kali menyeleksi pemain. Dalam sepekan bisa tiga kali seleksi yang digelar di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#persekabpas #liga 3