PASURUAN, Radar Bromo - RANS Nusantara lagi-lagi tak bisa memanfaatkan laga kandang. Melawan Persibo Bojonegoro di stadion Untung Suropati Kota Pasuruan, RANS Nusantara harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2.
Padahal, tim milik Raffi Ahmad itu nyaris menang lantaran sempat unggul 2-1 hingga menjelang pertandingan berakhir.
Gol penyama kedudukan Persibo dicetak di masa injury time. Hasil ini membuat posisi RANS di klasemen grup tidak berubah.
Di laga Sabtu (26/10) sore, sejak awal pertandingan, RANS dan Persibo sama sama memeragakan permainan menyerang.
Kedua tim berupaya bisa memenangkan pertandingan. Kehadiran Joalison Santos Oliviera sangat berpengaruh pada permainan RANS.
Second striker asal Brasil itu mampu merepotkan lini belakang Persibo Bojonegoro.
Usai absen dua pertandingan saat melawan Persela dan Persipal, Joe-panggilan akrab Joalison, langsung nyetel dengan permainan skuad Edi Sudiarto.
Ia mencetak satu gol di menit ke 40 dari titik putih. Gol ini membuat kedudukan menjadi 1-1 setelah RANS sempat tertinggal 0-1 oleh gol Osas Marvelous di menit ke 29.
Bahkan RANS sempat hampir memenangkan pertandingan usai berbalik unggul 2-1 melalui gol yang dicetak oleh Agung Supriyanto di menit ke 82.
Sayang, kemenangan di depan mata ini harus buyar oleh gol yang dicetak Jahanbakhsh Zabihi Taher di menit 90+3.
Coach RANS Nusantara Edi Sudiarto mengaku cukup puas dengan hasil seri melawan Persibo.
Sebab skuadnya sudah bermain sangat baik dalam pertandingan ini. Hanya keberuntungan belum memihak pada RANS.
Menurutnya gol Persibo di menit akhir disebabkan karena rasa gugup yang menimpa pemain.
"Alhamdulillah, kami bisa meraih satu poin. Tadi pemain memang nervous sehingga lengah dan terjadi gol di injury time," kata Edi.
Ia mengakui dua pemain asingnya, yakni Joe Santos dan Ismael Salim Dunga asal Kenya bermain luar biasa.
Diakuinya keberadaan mereka membuat permainan RANS lebih maksimal. Meski begitu, pemain lain juga memiliki kualitas setara, hanya tinggal kesempatan.
Edi enggan mengomentari peluang timnya untuk bisa lolos ke putaran final. Menurutnya, RANS memiliki peluang sama dengan tim lainnya untuk lolos. Saat ini pihaknya mempersiapkan diri untuk dua pertandingan di Papua pada November mendatang.
"Kami berencana tinggal di Papua 10 hari untuk mempersiapkan dua laga away di Papua," tutur Edi.
Di sisi lain, coach Persibo, Regi Aditya Yonathan menyebut, timnya datang ke Pasuruan dengan target bisa menang dan meraih tiga poin.
Namun hal ini tidaklah mudah. Tentunya hasil imbang ini sangat disyukuri.
Saat ditanya soal kemungkinan menambah pemain untuk persiapan menghadapi putaran final, Regi enggan berkomentar. Katanya, timnya fokus menyelesaikan laga tersisa di penyisihan grup.
"Alhamdulillah bisa meraih satu poin di kandang lawan. Yang penting kami bisa melewati pertandingan dengan baik," tutur Regi. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto