KRAKSAAN, Radar Bromo - Kompetisi Liga 3 musim 2024-2025 direncanakan bergulir mulai Desember. Tim-tim sepak bola di Probolinggo dan Pasuruan mulai mempersiapkan diri. Meski regulasi belum jelas, tim yang akan berlaga di liga amatir harus menyiapkan sejak dini.
Salah satunya Persikapro. Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Erfan Yulianto memastikan, bahwa tim Persikapro akan ambil bagian dalam kompetisi Liga 3 tahun ini.
Kepastian ini disampaikan setelah muncul peringatan tegas dari Askab PSSI Provinsi Jawa Timur mengenai konsekuensi jika Persikapro kembali absen.
“Untuk tahun ini, Liga 3 kami pastikan ikut,” ujar Erfan Yulianto.
Ia menambahkan, jika Persikapro tidak berpartisipasi tahun ini, keanggotaan mereka di Askab PSSI Provinsi Jawa Timur akan dicabut.
“Kalau tidak ikut, yang jelas Persikapro hak voternya di Askab PSSI Provinsi Jawa Timur itu akan dicabut dan dihapus keanggotaannya,” jelasnya.
Persikapro sendiri di musim lalu tidak mengikuti kompetisi. Tentu saja ini menjadi kesempatan bagi klub untuk mempertahankan posisinya.
“Persikapro sudah dapat peringatan satu kali, jika satu kali lagi tidak ikut, itu akan langsung dihapus, bukan degradasi ke Liga 4,” imbuhnya.
Untuk menghadapi Liga 3, Erfan menjelaskan bahwa persiapan akan dimulai. Diawali dengan proses seleksi akan dilakukan untuk menemukan pemain-pemain terbaik, dengan target minimal 23 pemain yang siap bertanding.
“November kami akan mulai persiapan dan insyaallah akan menyiapkan paling sedikit 23 pemain. Paling sedikit itu sudah 23 pemain, nanti kami seleksi awal dari 30 sampai 23 pemain,” ungkap Erfan.
Ia juga menegaskan bahwa prioritas akan diberikan kepada pemain-pemain lokal Kabupaten Probolinggo. Terutama yang masih masuk kelompok umur junior. “Kami seleksi dulu, kami maksimalkan putra daerah dan anak-anak yang masih kelompok umur,” kata Erfan.
Jika masih ada pemain lama yang sesuai dengan kebutuhan tim, mereka juga akan dipertimbangkan untuk kembali bermain. “Kalau memang ada pemain-pemain lama yang masih terekrut, ya kita pakai beberapa pemain yang pengalaman,” tambahnya.
Selain fokus pada Liga 3, Askab PSSI Kabupaten Probolinggo juga sedang mempersiapkan kompetisi internal untuk kelompok umur U13 dan U15, yang akan dimulai pada bulan Oktober. Kompetisi ini bertujuan untuk menemukan pemain-pemain terbaik yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi.
Di samping itu, untuk kompetisi Suratin U17, pihaknya masih dalam proses pencarian sponsor. Jika sponsor dapat ditemukan, Erfan menyatakan bahwa Kabupaten Probolinggo juga akan mengikuti turnamen tersebut. “Kalau kita dapat sponsor, Insyaallah juga akan ikut,” ujarnya.
Dengan persiapan matang dan fokus pada pengembangan talenta lokal, Askab PSSI Kabupaten Probolinggo optimistis bisa berpartisipasi maksimal di Liga 3 dan berbagai kompetisi usia muda yang akan datang.
Sebenarnya bukan hanya Persikapro yang ingin mengikuti kompetisi Liga 3. Tim Persipro di Kota Probolinggo, kini juga tengah mencari sponsor untuk memuluskan langkah mereka bisa bertahan mengikuti Liga 3. Sponsor diperlukan karena kompetisi Liga 3 memerlukan anggaran yang tak sedikit.
Tim di Pasuruan Mulai Gelar Latihan Bersama
BUKAN hanya tim di Probolinggo. Di Pasuruan, sejumlah tim juga menyiapkan Langkah untuk menatap musim baru kompetisi Liga 3.
Di musim sebelumnya, tim asal Pasuruan terbilang paling banyak mengikuti kompetisi Liga 3. Di Kota Pasuruan ada Persekap dan PSPK. Sementara di Kabupaten Pasuruan, ada Persekabpas, Assyabaab Bangil, dan Pasuruan United. Dari lima tim tersebut, hanya Persekabpas dan Pasuruan United yang berhasil masuk ke zona nasional.
Di Kota Pasuruan, Askot PSSI memastikan, Persekap tetap harus mengikuti kompetisi. Sebab, regulasi baru setelah PSSI menggelar kongres mengharuskan tim amatir tetap harus mengikuti kompetisi.
Meski Askot PSSI memiliki anggaran cekak, Suhaimi selaku ketua Askot mengatakan, Persekap tidak boleh absen mengikuti kompetisi. “Agar hak voternya tidak hilang. Kami sedang mencari jalan,” beber Suhaimi.
Di musim lalu, Persekap memang hanya bertahan di babak penyisihan awal. Saat itu Persekap dimanajeri oleh juragan bubur. Sementara pelatih dipegang sendiri oleh Suhaimi.
Walau saat ini dana yang dimiliki Askot PSSI terbilang sedikit, Suhaimi meyakini, itu bukan menjadi batu sandungan. Selain berusaha mencari sponsor, banyak alternatif yang bisa dilakukan tim.
“Dana minim tak jadi soal. Karena kami memiliki banyak pemain lokal yang mumpuni. Persekap inikan menjadi wadah untuk pembinaan. Bahkan latihan bersama yang sering kami gelar, diikuti bibit pemain. Nanti kami tinggal melakukan penjaringan dan seleksi. Karena Latihan bersama yang kami gelar, juga mengklasifikasikan kelompok umur,” beber Suhaimi.
Hal serupa juga dilakukan Persekabpas. Tim yang di musim lalu berhasil tembus ke babak 8 besar zona nasional tersebut, diupayakan untuk tetap mengikuti kompetisi Liga 3. Meskipun saat ini kepengurusan Askab PSSI Pasuruan baru terbentuk.
Udik Djanuantoro selaku Ketua Askab PSSI Pasuruan mengatakan, pada intinya organisasinya mendukung pembinaan pemain sepak bola. Termasuk kompetisi atau turnamen yang menjadi proyeksi pemain untuk meningkatkan profesionalismenya.
“Membuat tim menjadi juara itu perlu waktu. Fokus kami setelah kepengurusan Askab PSSI Pasuruan terbentuk adalah membuat klasifikasi kelompok umur. Sehingga Ketika nanti ada turnamen atau kompetisi, kami tinggal mengirimkan tim,” beber Udik.
Sementara itu, Pasuruan United dan Assyaaab Bangil memastikan untuk tetap mengikuti kompetisi musim 2024-2025. Pasuruan United misalnya yang saat ini tengah hunting pemain.
Suryono Pane selaku owner Pasuruan United menyebutkan, dengan bergulirnya kompetisi mulai Desember, maka klubnya harus bergerak cepat melakukan persiapan. Namun untuk fondasi tim, Suryono mengaku, sudah memiliki kisi-kisi.
“Ada beberapa pemain musim lalu yang bisa kami pakai dan sisanya rekrutmen melalui seleksi. Melihat waktu yang tersisa, kami bisa melakukan persiapan dalam tempo sebulan,” beber Suryono.
Begitu juga dengan Assyabaab Bangil yang di musim lalu menjadi tim kuda hitam lantaran nyaris tembus ke zona nasional. Abubakar Assegaf selaku Pembina Assyabaab Bangil menyebut, klubnya memiliki banyak pemain potensial. Soal urusan pemain, Assyabaab Bangil jelas lebih siap karena hanya tinggal menyeleksi di internal klub ini. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid