Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Miliki Anggaran, Persipro 54 Terancam Terancam Absen di Liga 3, Manajemen Masih Upaya Cari Sponsor

Arif Mashudi • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 17:05 WIB

 

BUTUH BIAYA: Skuadra Persipro 54 ketika mengikuti kompetisi di musim 2023-2024.
BUTUH BIAYA: Skuadra Persipro 54 ketika mengikuti kompetisi di musim 2023-2024.

MAYANGAN, Radar Bromo- Kompetisi Liga 3 musim 2024-2025 diperkirakan akan mulai Desember nanti. Sejumlah tim kini bahkan mulai melakukan persiapan.

Namun, tim Persipro 54 Kota Probolinggo terancam tidak dapat mengikuti Liga 3 Jatim tersebut. Pasalnya, Askot PSSI Probolinggo sudah tak miliki anggaran untuk membiayai tim Persipro 54 mengikuti Liga 3.

Manajemen Persipro 54 kini tengah berupaya mendapatkan suport anggaran dari pihak sponsor. Sebab, anggaran yang diperoleh Askot PSSI Probolinggo hanya sekitar 30 persen dari pengajuan. Yaitu sekitar Rp 500 juta.

Ketua Askot PSSI Probolinggo, Eko Purwanto saat dikonfirmasi mengatakan, manajemen tengah berupaya Persipro 54 tetap dapat mengikuti Liga 3. Meski harus dengan mengandalkan dan maksimalkan pemain lokal.

Dengan syarat, pihaknya dapat pihak sponsor untuk mensuport tim Persipro 54. Utamanya dana yang dibutuhkan untuk berangkat tanding.

“Kami rencana pekan depan akan menemui pihak calon sponsor, untuk dapat mensuport tim Persipro 54 Kota Probolinggo tetap berlaga di Liga 3. Meskipun hanya mengandalkan pemain lokal, terpenting ada yang suport dan tetap berlaga,” katamya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Eko mengungkapkan, kondisi anggaran Askot PSSI Probolinggo sudah habis karena anggaran yang diperoleh tahun ini sangat kecil. Tahun 2023 lalu, saat hibah untuk KONI Kota sekitar 10 miliar lebih, Askot PSSI mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Kemudian, pihaknya untuk tahun 2025 sudah mengajukan anggaran Rp 2 miliar.

Setelah diverifikasi KONI, usulan Askot PSSI menjadi sekitar Rp 1,7 miliar. Sayangnya, hibah KONI Kota tahun 2024 yang dialokasikan hanya Rp 5,5 miliar. Sehingga, pengajuan Askot PSSI pun tidak dapat terealisasi penuh dan hanya memperoleh sekotar Rp 500 juta.

“Kami mau maksa bagaimana, kalau hibah KONI aja turun drastis. Sehingga berdampak pada aloksi anggaran Askot PSSI juga turun drastis, hanya mendapatkan  30 persen dari pengajuan,” terangnya.

Eko menambahkan, angggaran Rp 500 juta itu saat ini sudah habis. Sebab, sudah digunakan untuk kompetisi Liga Soeratin dan membayar sanksi tim Persipro 54 saat kompetisi di tahun 2023. “Untuk tahun 2025, kami tetap mengajukan anggaran sebesar sekitar Rp 1,7 miliar. Tapi sulit terealisasi, karena hibah KONI tahun 2025 rupanya juga kecil,” tambahnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#liga 3 #persipro 54