PASURUAN, Radar Bromo-Prestasi luar biasa diraih oleh atlet taekwondo asal Kota Pasuruan. Mereka memborong 29 medali dalam kejuaraan taekwodono antar pelajar se-Jatim di Gor Ken Arok, Kabupaten Malang, pekan lalu.
Kejuaraan ini diikuti 3.100 atlet se-Jatim yang berusia pelajar. Kota Pasuruan sendiri menerjunkan 41 atlet. Kejuaraan ini berlangsung selama empat hari mulai 19 september sampai 22 September lalu.
Ketua Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) Kota Pasuruan Sugirman menyebut, dari 41 atlet, 29 diantaranya membawa pulang medali. Rinciannya 17 medali emas dan 12 lainnya membawa pulang medali perak.
Ada dua nomor yang dipertandingkan. Yakni poomsae dan kyorugi. Emas diraih lewat nomor poomsae sebanyak dua atlet dan nomor kyorugi sebanyak 15 atlet. Sementara perak dari poomsae oleh lima atlet dan kyorugi oleh tujuh atlet.
"Hasil yang luar biasa. Anak anak berhasil tampil hebat dan membawa pulang 29 medali," kata Sugirman.
Ia mangaku, pihaknya tidak menyangka jika atlet taekwondo asal Kota Pasuruan berhasil tampil hebat. Sebab rata rata yang diterjunkan ini adalah atlet baru. Mereka diikutkan untuk memberikan pengalaman bertanding. Namun ternyata bisa tampil luar biasa.
"Selain karena doa orang tua, kerja keras mereka tentunya dukungan semua orang pada taekwondo kota pasuruan," tutur Sugirman.
Sebelumnya, 14 atlet taekwondo Kota Pasuruan yang diterjunkan dalam ajang Jatim Open berhasil meraih medali. Enam diantaranya juara pertama. Ajang ini dilaksanakan pada 2-4 Agustus lalu di Gor Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Selain meraih enam juara pertama, delapan atlet lainnya meraih juara dua dalam ajang tingkat provinsi ini.
Sugirman menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan orang tua dan manajemen serta komunikasi yang baik antara pelatih dengan atlet. Serta tentunya daya juang yang luar biasa bagi mereka yang tampil.
Namun tentunya prestasi ini bukannya tanpa kekurangan. Pihaknya masih belum memiliki pelatih di sektor poomsae atau kelas jurus. Padahal ini sangat penting untuk peningkatan prestasi para atlet. "Ini juga dalam rangka persiapan porprov 2025. Pengembangan sdm pelatih sangat penting," tutur Sugirman. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid