Atlet-atlet asal Kabupaten Pasuruan menunjukan tajinya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Melalui penampilan dan perjuangan yang luar biasa, para atlet menyumbangkan 19 medali bagi kontingen Jawa Timur.
PRESTASI gemilang ini bukan saja membanggakan nama Kabupaten Pasuruan. Namun juga memberikan kontribusi signifikan bagi peringkat Jawa Timur. Hingga di hari penutupan PON XXI tahun 2024 Jatim duduk di posisi ketiga di klasemen akhir.
Kabupaten Pasuruan sendiri mengirimkan sebanyak 18 atlet yang berlaga di 10 cabang olahraga (cabor). Meliputi atletik, renang, biliar, bulu tangkis, kickboxing, dan pencak silat. Kemudian berkuda, bola basket, judo, dan selam.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Moch, Mulyadi mengatakan, keberhasilan ini sebagai bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh KONI.
“Ini juga membuktikan kemampuan atlet Kabupaten Pasuruan sangat luar biasa dan bisa bersaing dalam ajang bergengsi skala nasional,” jelas Mulyadi.
KONI berkomitmen terus mendukung dan memfasilitasi perkembangan olahraga di daerah. Mulyadi sebut, bersama jajaran KONI, selalu menanamkan semangat kebersamaan dalam semua atlet maupun pengurus di cabor yang menjadi binaan KONI.
Mulyadi menekankan keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan berkesinambungan bersama semua pengurus cabor di Kabupaten Pasuruan. Termasuk juga sinergi dengan pemerintah daerah dilandasi semangat kebersamaan, Kabupaten Pasuruan bisa melahirkan atlet unggul yang bisa berprestasi,” tambah Mulyadi.
Catat Sejarah Pecahkan Rekor Nasional
BUKAN hanya raihan medali yang membanggakan, satu atlet asal Kabupaten Pasuruan atas nama Wahyu Anggoro Tamtomo berhasil meraih prestasi individu. Wahyu, yang berlaga di cabor selam ini berhasil memecahkan rekor nasional.
Di nomor pertandingan 50 meter surface putra, pemuda asal Bangil ini berhasil meraih emas dengan catatan waktu 15,21 detik. Prestasinya ini mencatatkan Wahyu mengukir sejarah baru. Oleh karena ia memecahkan rekor di PON sebelumnya.
Meski begitu, prestasi ini tidak diraih dengan gampang. Wahyu saat itu harus bertarung dengan peselam dari daerah lain. Di antaranya dari Jawa Barat, Bali, Bengkulu, Jakarta, dan Lampung.
Menurut pelatih cabor selam, M. Riyad, Wahyu memang menjadi salah satu atlet andalan yang digadang mendulang emas. Prestasi ini juga berkat pelatihan dan pembinaan yang dijalankan sebelum berangkat ke PON XXI tahun 2024.
“Kami ikutkan puslatda dan pelatihan hingga Tiongkok. Materi latihannya bukan hanya soal fisik, namun juga menerapkan metode sport science,” jelas Riyad.
Cabor selam merupakan cabor yang paling banyak menyumbang medali dari kontribusi atlet Kabupaten Pasuruan. Selain Wahyu yang menyumbangkan 2 medali emas, ada Nadia Kusuma Wardani yang meraih perak.
Kemudian 2 medali perunggu diraih oleh Farid Ainun Najib. Selanjutya 1 medali perunggu juga diraih oleh Ferman Maulana Saputra. Diraihnya 6 medali ini juga memberikan kontribusi bagi Jawa Timur mendapat predikat juara umum di cabor selam.
Editor : Abdul Wahid