Sebanyak 26 klub yang terbagi ke dalam 3 grup, akan bertanding. Persiapan sudah dilakukan Rans Nusantara FC yang di musim ini resmi bermarkas di Kota Pasuruan.
Semenjak kerjasama terjalin, Rans Nusantara FC sudah mulai boyongan ke Kota Pasuruan sekitar sebulan ini.
Mereka juga sudah menunjuk Edi Sugiarto sebagai pelatih kepala. Dia didampingi asistennya yakni Rudi Hariantoko, Inda Ramdani dan Dwi Permana dan Hendry Kotto sebagai pelatih kiper.
Klub yang dimiliki oleh Raffi Ahmad itu juga sudah memiliki 29 pemain yang akan membela selama musim ini.
Menariknya, dari puluhan pemain, ada nama pemain asal Kota Pasuruan. Kebijakan ini karena Askot PSSI Kota Pasuruan sempat meminta agar ada pemain asal Kota Santri yang bisa direkrut.
Pemain asal kota ini di antaranya Fran Adi Saputra dan Saiful Ulum. Dua pemain ini sebelumnya pernah memberkuat Persekap dan Bhayangkara FC.
Selebihnya ada beberapa pemain yang pernah bergabung dengan tim Liga 1 seperti Munhar, Dimas Galih, Saiful Indra, Guntur Haryadi, Yerico dan Iman Budiman.
Selama sebulan ini, mereka juga menempati mess di Jalan Pattimura. Hampir setiap hari pemain berlatih meski harus berpindah-pindah. Kabarnya, latihan berpindah ini karena Stadion Untung Suropati sedang digunakan untuk Turnamen Liga Tarkam yang beberapa waktu lalu sudah selesai.
Bukan hanya latihan. Rans Nusantara juga beberapa kali berlatih tanding. “Seperti sepekan lalu, kami berlatih dengan Persikas Subang. Away ke sana,” terang Edi Sugiarto, head coach Rans Nusantara FC.
Pria asli Malang itu menyebutkan, dia tidak menyoal karena sejatinya persiapan matang sudah dilakukan jajarannya.
Bahkan dalam waktu singkat pula, timnya juga berupaya mendatangkan tiga pemain asing yang akan memperkuat tim.
Tiga pemain asing itu adalah Bektur Talgat Ulu asal Kyrgystan, Ismail Dunga asal Kenya dan Joalisson Santos Oliviera asal Brazil. Ketiganya juga sudah bergabung latihan. Termasuk ketika di Lapangan Kebotohan Kraton, Kamis (5/9) sore lalu.
Memang, kata Edi, dia hanya memiliki waktu singkat sebelum kompetisi benar-benar dimulai.
Alhasil, hampir setiap hari para pemain berlatih dua kali. Untungnya, para pemain sudah menemukan irama. Termasuk cikal bakal pemain inti yang sampai kini juga masih berproses.
Kata Edi, kompetisi kali ini sangat ketat. Dari tiga grup yang ada, Rans Nusantara ada di Grup 3 yang dihuni oleh 8 tim. Sementara dua grup lainnya diisi 9 tim.
Nah, tantangannya, hanya tim yang juara berhak lolos ke babak selanjutnya. Tim yang menghuni runner up, masuk play off.
“Jika dibilang ketat, ya jelas ketat. Ini karena kompetisi Liga 2 mekanismenya berbeda,” beber Edi.
Tapi dia percaya, Rans Nusantara mampu bersaing di Grup 3. Apalagi selama latihan digeber, ada progres positif yang dilihatnya. Tinggal bagaimana menata fisik dan strategi para pemain, selama laga home and away.
Sistem kompetisi di Liga 2 memang menggunakan home and away di tiap grup. Rans Nusantara sendiri mendapat kesempatan berlaga 7 kali di markasnya di Stadion Untung Suropati (Unsur).
Sementara itu, Minggu (8/9) besok adalah laga perdana Rans Nusantara FC di Stadion Unsur. Sebelum laga digelar, Askot PSSI bersama Disparpora juga sudah membenahi stadion kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan ini, agar bisa menjadi tuan rumah yang baik.
Selain rumut yang dipotong, ada beberapa pembenahan yang dilakukan. Misalnya, meninggikan gawang. “Ditinggikan karena kurang 7 Cm. Mengapa kurang? Karena beberapa kali gawang dipotong. Sehingga saat verifikasi beberapa waktu lalu, diminta ditinggikan oleh PT LIB,” beber Suhaimi, Ketua Askot PSSI Pasuruan.
Selain itu, di ruangganti juga ada beberapa furniture yang baru. Ada pula press conference dan ruang media yang harus disiapkan panitia pelaksana agar memenuhi standar.
Suhami akui, di Liga 2 ini memang berbeda dengan Liga 3. Dari segi pengamanannya hingga panitia yang dilibatkan, lebih banyak. Contohnya saja soal steward hingga tim medis.
“Sebenarnya hampir sama dengan pelaksanaan Liga 2. Cuma bedanya, di Liga 2, sebelum laga digelar dan dapat izin, Stadion Unsur disurvei PT LIB dan Mabes Polri,: beber Suhaimi.
Soal penonton, kata Suhaimi, panpel memang tidak menarik karcis alias free terhadap penonton. Namun siapapun yang ingin masuk, tidak bisa seenaknya.
“Karena kami masih memberlakukan undangan. Siapa saja yang diundang? Ada klub-klub sepakbola di kota, Karang Taruna dan beberapa pihak,” beber Suhaimi.
(riz/fun)
Editor : Abdul Wahid