Nama Rafasya Aysar Echy Vaniko, 14, semakin berkibar di dunia renang nasional. Belum lama ini dia meraih emas di nomor renang gaya kupu-kupu di Kejuaraan Renang antar Kota/Kabupaten se Indonesia 2024. Medali ini jadi tambahan koleksi Rafasya.
INNEKE AGUSTIN, Kanigaran, Radar Bromo
Rafasya yang pernah meraih medali perak di ajang 45th SEA Age Group Championships 2023 mengatakan, ajang kejuaraan tersebut dihelat selama empat hari sejak Kamis (2/5) hingga Minggu (5/5) di kolam renang Dispora Jatim, Surabaya.
Kejuaraan ini diikuti oleh 48 daerah dengan total ratusan peserta dari Sabang hingga Merauke.
“Di tahun sebelumnya mau ikut, tapi masih terhalan Covid-19. Jadi terpaksa batal. Baru tahun ini bisa ikut dan sekarang tingkatannya bukan hanya se Jawa Timur. Sudah ditingkatkan menjadi level nasional atau se-Indonesia,” katanya.
Rafasya bilang, dirinya mengikuti tiga nomor dalam kejuaraan tersebut. Yaitu nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter KU2 (14-15 tahun). “Di nomor 50 dan 100 meter dapat medali perak atau juara dua. Sementara di nomor 200 meter dapat medali emas alias juara satu,” kata siswa SMPN 5 itu.
Di ajang tersebut ia juga bersaing dengan para atlet lainnya yang berusia lebih dewasa.
Meski demikian Rafasya mengaku tak gentar sebab sebelum berangkat bertanding, ia telah berlatih dengan baik.
Apalagi gaya kupu-kupu (butterfly stroke) jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan gaya lainnya dalam olahraga renang. Hal tersebut lantaran kedua tangan digunakan secara bersamaan.
“Jadi ritme antara kaki dan tangan harus sama. Tapi anehnya ketika latihan, saya memang lebih cepat menggunakan gaya tersebut. Meskipun seluruh gaya memang harus dikuasi,” tuturnya.
Rafasya mengaku telah berlatih renang sejak usianya 9 tahun. Kini ia rutin berlatih tiap hari Senin hingga Sabtu di kolam renang GOR Mastrip mulai pukul 18.00 hingga 20.00.
Tak hanya latihan renang, ia juga berlatih fisik seperti push up dan lari untuk melatih otot-otot lengannya.
“Kalau mendekati lomba biasa waktu latihannya ditambah menjadi hingga dini hari. Tapi saya tidak pernah patah semangat dan terus berlatih saja. Di lain sisi, ada orang tua, guru, teman, yang memberikan support. Mereka senang, terutama ketika saya menang,” tuturnya.
Dia memiliki cara tersendiri untuk membagi waktu dan menyeimbangkan antara hobi dan kewajibannya di sekolah. Sepulang sekolah, Rafasya akan mengerjakan tugas sekolah terlebih dahulu.
“Baru kemudian berangkat latihan renang. Bila tugas sekolahnya belum selesai, dilanjut setelah latihan,” katanya.
Saat pertandingan, terkadang ada kendala yang dia jumpai. Salah satunya adalah kondisi air kolam yang dingin. Sehingga ia harus dapat beradaptasi. Sehingga pemanasan menjadi hal penting. “Jangan tegang dan tetap fokus. Sebelum bertanding, jangan lupa minta restu orang tua,” tuturnya.
Sementara Kepala SMP Negeri 5 Kota Probolinggo, Subaidah, berpesan bagi seluruh siswa-siswi yang berprestasi sebagai atlet.
Ia menekankan pentingnya untuk terus berprestasi, tidak hanya dalam bidan non akademik tetapi juga dalam bidang akademik.
“Kami mendorong para siswa siswi untuk tetap menyeimbangkan antara tugas-tugas sekolah dengan kegiatan non akademik lainnya. Dengan tetap menjaga keseimbangan tersebut, harapannya para siswa dapat mencapai kesuksesan di masa yang akan datang,” katanya. (fun)
Editor : Abdul Wahid