Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kakak-Beradik asal Kota Pasuruan Ini Incar Emas di PON XXI Aceh-Sumut

Fandi Armanto • Sabtu, 23 Maret 2024 | 21:26 WIB
DUET ANDALAN: Gaya Abel (kiri) dan Amel saat berlaga di sebuah kompetisi biliar.
DUET ANDALAN: Gaya Abel (kiri) dan Amel saat berlaga di sebuah kompetisi biliar.

AJANG Pekan Olahraga Nasional (PON) sebenarnya bukan event baru yang pernah diikuti Emilia Putri Rahmanda (Amel) dan Annabelle Putri Yohana (Abel). Kakak-adik asal Bakalan, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, ini sudah pernah tampil di PON XX Papua. Sayang, waktu itu mereka gagal meraih emas.

Saat itu, Amel meraih perunggu di nomor Single Ball 9 dan Ganda Ball 9. Sementara Abel sang adik, meraih perak di nomor Ball 9 PON XX Papua.

Amel di PON Papua dia gagal melaju ke semifinal. Sedangkan Abel, lebih beruntung. Dia berhasil mengalahkan Fatih atlet Papua. Sayang di babak final, Abel dikalahkan Angelina M Ticowalu, atlet asal Jateng.

Keduanya juga sempat masuk proyeksi atlet nasional untuk berlaga di SEA Games Kamboja.

SATU MEJA: Amel dan Abel kerap latihan besama, tapi kali ini harus terpisah. Abel di Kalimantan dan Amel di Jakarta.
SATU MEJA: Amel dan Abel kerap latihan besama, tapi kali ini harus terpisah. Abel di Kalimantan dan Amel di Jakarta.

Tapi, saat itu, keduanya gagal tampil lantaran SEA Games Kamboja tidak menggelar nomor biliar putri.

Tiga tahun berselang setelah PON XX, Amel dan Abel berpeluang untuk balas dendam.

Mereka berhasil lolos ke PON XXI Aceh-Sumut, setelah menang di kualifikasi. Abel berhasil meraih juara 1. Sementara Amel juara 2. Semuanya di nomor ball 9.

Amel dan Abel akan bergabung dengan 8 atlet biliar Jatim lainnya. POBSI Jatim di PON XXI nanti, memang sudah menentukan ada delapan atlet yang akan dibawa ke Aceh-Sumut. Terdiri atas empat atlet putra dan empat putri.

Setelah atlet yang lolos, POBSI memang belum menggelar training center (TC). Para atlet diberi kebebasan untuk latihan.

Sebab, delapan atlet ini sejatinya memang sudah turun mengikuti event biliar yang bahkan levelnya nasional hingga internasional.

Tak terkecuali Abel dan Amel. Atlet yang kompak berhijab ini, bahkan belum pernah pulang ke Kota Pasuruan karena sibuk mengikuti agenda kejuaraan biliar.

Termasuk di bulan suci Ramadan seperti sekarang. Sehingga Abel dan Amel kini harus terpisah.

“Saya di Kalimantan, sedangkan Amel sekarang berada di Jakarta. Saya sejak Pra-PON, tak pernah absen mengikuti turnamen di pulau Borneo. Kebetulan Abel memang juga membela salah satu tim biliar. Sehingga, turnamen apa pun yang dia ikuti, dianggapnya sebagai latihan.

Hal yang sama juga dilakukan Amel. Dia saat ini tidak bisa lagi terus bersama dengan sang adik. Amel berada di Jakarta karena tengah menemani suaminya.

Amel memang baru menikah Desember 2023. Praktis dia juga tak bisa meninggalkan kewajibannya sebagai istri.

Namun, Amel beruntung, suaminya mendukung dia menjadi atlet profesional.

“Kebetulan suami juga atlet biliar. Sehingga, saya selalu didukung penuh, bahkan didoakan bisa terus berprestasi,” beber Amel.

Meski belum ada TC resmi dari POBSI, Amel dan Abel tetap bersemangat latihan. “Selain mengasah teknis di meja biliar, saya biasanya rutin laihan fisik di gym. Alhamdulillah puasa juga lancar karena kebanyakan turnamen digelar saat malam hari,” beber Abel.

Sama juga dengan Amel. Dia juga fokus berlatih pukulan. Sebab, calon lawannya di ajang PON XXI nanti adalah lawan yang sejatinya sudah mereka kenal. “Ada nama-nama seperti Aina asal Papua dan Anita Kanjaya asal Jabar. Mereka adalah atlet berpengalaman, termasuk di ajang PON,” beber Amel.

Dua nama tersebut, kata Amel, juga berpotensi bakal bertemu dengan dirinya. Untungnya rekam jejak Amel saat menghadapi keduanya, juga unda-undi. “Saya pernah menang, tapi juga pernah kalah. Kalau Anita bahkan pernah ketemu di ganda 2 kali. Satu menang, satu kalah,” beber Amel.

Lain lagi dengan Abel. Secara langsung dia menyebut nama Silviana yang merupakan peraih emas di ajang PON Papua. Silviana pula yang mengganjalnya di babak final hingga dia harus puas meraih perak.

Tapi, Abel merasa beruntung karena dia sudah paham dengan karakter Silviana. Sebab, sudah beberapa kali dia bertemu dalam turnamen.

Tapi, kata Abel, segalanya bisa terjadi di ajang PON. Jika ingin meraih medali, wajib bagi atlet untuk berlatih dan berlatih.

Bukan tidak mungkin pula, Amel bisa saja bertemu dengan rekan atlet sesama Jatim. Termasuk dengan Abel, adiknya. Karena di biliar, mekanismenya bisa seperti itu.

Sehingga, baik Amel dan Abel, dia menanti TC dari POBSI karena di TC inilah biasanya ada strategi agar sesama atlet Jatim tak bertemu di awal.

Bagi Abel dan Amel, PON XXI Aceh-Sumut nanti adalah pengalaman keduanya di ajang yang sama. Mereka berhasrat bisa meraih medali emas kali ini.

Tentu dengan medali emas, kesempatan mereka untuk berlaga di ajang yang lebih tinggi makin terbuka lebar.

DUKUNGAN PENUH: Mona Johan, diapit Abel dan Amel. Mona selalu memberikan dukungan kepada buah hatinya.
DUKUNGAN PENUH: Mona Johan, diapit Abel dan Amel. Mona selalu memberikan dukungan kepada buah hatinya.

 

Ibu Jadi Penyemangat

Di balik kisah Abel dan Amel, ada sosok Mona Johan yang merupakan ibu kandung mereka yang selalu mendukung cita-cita Amel dan Abel untuk menjadi atlet profesional.

Sang ibu pun meyakini bahwa anaknya bakal membawa medali emas di ajang PON XXI.

“Mereka berdua tak pernah berhenti latihan. Insyaallah atas pertolongan Allah dan disertai latihan, anak-anak yang giat berlatih akan menemui hasil manis,” beber Mona.

Bukan hanya doa. Mona juga berencana memberi support langsung dengan menemani Amel dan Abel selama di PON XXI berlangsung. Hal yang sama pernah dia lakukan saat PON XX di Papua silam.

Melihat perkembangan anak-anaknya, Mona optimistis Amel dan Abel yang sudah berpengalaman mengikuti event, bisa menambah koleksi medalinya.

Jika ini bisa diraih, maka dia tak menjadi soal meski harus jarang bertemu dengan sang anak, terutama Abel yang masih gadis, seperti di momen bulan puasa saat ini.

Bagi Mona, Abel dan Amel memiliki cita-cita. Tentu dia harus mendukungnya totalitas. Sama seperti almarhum Johan suaminya, yang sejak awal memang menginginkan buah hatinya bisa jadi atlet biliar profesional. (fun)

Editor : Jawanto Arifin
#PON XXI Aceh-Sumut #biliar kota pasuruan