PASURUAN, Radar Bromo - Hasil buruk di laga perdana dialami tim Assyabaab Bangil.
Meladeni PSM Madiun di stadion Semeru, Minggu siang (7/1), tim besutan Kasianto kalah dengan skor telak 4-0.
Tiga gol yang tercipta terjadi di babak pertama dan satu gol di babak kedua.
Kekalahan itu membuat tim dengan jersey kebesaran warna hijau tersebut, harus mengumpulkan poin sempurna di dua laga sisa.
Sebab di laga lainnya, PSIL Lumajang juga menang atas AC Majapahit.
“Kalau kami ingin lolos, minimal harus raih menang dan tak boleh kalah lagi. Mudah-mudahan bisa,” beber Kasianto.
Dalam laga kemarin, Kasianto mengaku, timnya kalah kelas dengan PSM Madiun. Katanya, materi pemain Madiun lebih baik.
“Beberapa penggawanya adalah eks pemain di Liga 2. Kami sebenarnya bisa mengimbangi permainan saat di babak kedua. Namun beberapa peluang kami gagal,” kata Kasianto.
Pak Kas, panggilan akrabnya juga menyebut, kekalahan kemarin karena ada salah satu pemain intinya, yang tak bisa bergabung.
Pemain di posisi gelandang serang tersebut, sedang mengikuti seleksi TNI AL.
Belum lagi gol cepat yang terjadi di babak pertama. Ini sempat membuat timnya drop. Sehingga dia baru bisa memaksimalkan laga di babak kedua.
Atas kekalahan itu, Assyabaab masih menyisakan laga melawan PSIL Lumajang Selasa (9/1) dan melawan AC Majapahit pada Kamis (11/1).
“Kami akan evaluasi lagi sambil menyemangati anak-anak. Peluang masih ada dan kami yakin bisa,” beber Kasianto. (fun)
Editor : Jawanto Arifin