Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

39 Tahun SH Terate di Probolinggo Tidak Pernah Ada Gegeran, Ini Resepnya

Hana Susanti • Sabtu, 6 Januari 2024 | 05:06 WIB
Pelantikan ketua ranting SH Terate Cabang Kota Probolinggo.
Pelantikan ketua ranting SH Terate Cabang Kota Probolinggo.

KEDOPOK, Radar Bromo – SH Terate Cabang Kota Probolinggo melantik lima ketua ranting dan satu ketua komisariat. Pelantikan dilakukan saat pembukaan Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup 2 di GOR Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jumat (5/1).

          Masing-masing yaitu ketua ranting Mayangan, ketua ranting Kanigaran, ketua ranting Kademangan, ketua ranting Kedopok, dan ketua ranting Wonoasih. Terakhir adalah ketua Komisariat Yon Zipur 10/JP 2 Kostrad.

Pelantikan dilakukan sebagai tindak lanjut dari parapatan ranting yang dilakukan sebelumnya. Dari parapatan ranting itulah, terpilih tiga calon ketua ranting.

Selanjutnya, ketua dewan dan ketua cabang memutuskan ketua ranting di tiap ranting.

Pelantikan didahului dengan penandatanganan SK ketua ranting dan ketua komisariat oleh Ketua Dewan SH Terate Cabang Kota Probolinggo KRA Tjatur Njoto Proboningrat. Juga penandatanganan SK susunan kepengurusan di tiap ranting dan komisariat.

Dilanjutkan dengan penyerahan SK pada masing-masing ketua ranting. Baru kemudian pengukuhan atau pelantikan yang dilakukan Ketua Dewan SH Terate Cabang Kota Probolinggo KRA Tjatur Njoto Proboningrat didampingi Ketua Cabang Hery Susilo.

          Tjatur dalam sambutannya mengingatkan, SH Terate di Probolinggo sudah berusia 39 tahun. Dan selama 39 tahun itu, SH Terate selalu berusaha mewujudkan kondisi yang kondusif.

“Sejak namanya masih SH Terate Cabang Probolinggo sampai sekarang (pemekaran), selama 39 tahun SH Terate di Probolinggo ini zero insiden. Cabang paling kondusif se-Indonesia ya cabang Probolinggo. Tidak pernah ada gegeran. Baik itu di internal maupun di SH Terate dengan perguruan silat lain,” katanya.

Resepnya menurut Tjatur, SH Terate memandangan perguruan pencak silat yang lain sebagai saudara. Bukan sebagai lawan atau kompetitor.

Unsur pimpinan dalam hal ini, memegang peran penting. Bila unsur bisa mempertahankan interaksi yang baik, maka anggota yang di bawah juga akan menjalin hubungan baik.

“Maka saya mohon pada semua ketua ranting di kota dan kabupaten agar menjaga kondisi ini. Tidak perlu jaim, tidak perlu merasa lebih. Pertahankan interaksi yang baik dan positif,” lanjutnya.

Hal lain yang perlu diingat menurutnya, SH Terate adalah organisasi paternalistik. Karena itu, yang tua harus menjadi panutan baik bagi yang muda.

“Karena itu, wajib hukumnya bagi yang tua unutk menjadi figur panutan di masing-masing ranting,” tuturnya.

Ketua ranting menurutnya juga harus kaya ide, gagasan, inisiatif dan kreativitas.

Juga harus bisa membangun trust atau kepercayaan. Selain itu, membangun networking atau mampu berjejaring dengan organisasi lain di luar SH Terate. Mulai organisasi pemerintah, swasta, juga perguruan silat yang lain. (hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#SH Terate