PASURUAN, Radar Bromo - Kejuaraan Paralimpik Jawa Timur di penghujung tahun ini bakal jadi ajang pembuktian atlet disabilitas Kabupaten Pasuruan. Mampu mempertahankan capaian prestasi tahun lalu saja sudah cukup bagus.
Namun, dengan persiapan yang lebih matang, target menduduki peringkat atas bukan menjadi hal yang tidak mungkin.
Mereka optimistis dapat bicara banyak dalam laga yang dimulai hari ini hingga Minggu (17/12) di Kota Surabaya.
Muhammad Hidayat, atlet tolak peluru yang sukses meraih medali emas tahun lalu yakin bisa kembali meraih emas.
Ia percaya diri lantaran persiapannya menghadapi kompetisi cukup panjang. ”Latihan sudah matang, tinggal berjuang saja. Insyaallah akan berjuang untuk mempertahankan juara di tahun kemarin," ungkapnya.
Keberangkatan 28 atlet disabilitas menuju venue pertandingan dilepas oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery dari Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Jumat (15/12) pagi. Selama pertandingan, mereka didampingi 9 ofisial alias pelatih dan 3 orang pendamping.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony mengatakan, total ada 38 orang yang diberangkatkan dalam Kejuaraan Paralimpik Jawa Timur.
Mereka akan mengikuti beberapa cabang olahraga (cabor). Mulai dari atletik, catur, dan lainnya.
”Ada beberapa cabor unggulan kami yang diproyeksikan dapat medali. Seperti lari 200, 400, dan 800 meter, lempar lembing dan lompat jauh. Peluang kita cukup besar di sana,” beber Ghony.
Ia memastikan, seluruh kebutuhan para atlet di-back up penuh pemerintah. Mulai urusan asupan makanan, suplemen, hingga penginapan.
Karena itu, ia meminta kepada seluruh kontingen untuk fokus pada pertandingan yang akan dihadapi. Sehingga, mereka bisa tanding secara lepas.
”Bismillah, kami hanya minta kepada para atlet untuk fokus ke pertandingan saja. Yang lain biar jadi urusan kami,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery berpendapat, perkembangan prestasi para difabel dalam kejuaraan tingkat provinsi semakin meningkat.
Ia memotivasi para atlet agar berjuang keras sampai di titik darah penghabisan. ”Tugas pemerintah itu mengarahkan dan men-support,” ungkap dia.
Diano juga menjamin reward pasti akan diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah kepada para atlet yang ikut membawa nama Pasuruan.
”Yang terpenting, nikmati setiap pertandingan sampai jadi juara,” pesannya. (tom/mie)
Editor : Jawanto Arifin