JEMBER, Radar Bromo - Persaingan di Grup H Liga 3 Jatim cukup ketat. Satu tiket ke babak 28 besar harus ditentukan di laga pemungkas.
Langkah Pasuruan United untuk menjauh dari rival terganjal. Itu, menyusul kekalahan kembali atas tuan rumah Persid Jember, 2-1 di Stadion Jember Sport Garden, sore kemarin.
Hasil tak mengenakkan itu, membuat Pasuruan United mengemas angka yang sama dengan Kresna FC. Karena dalam laga melawan Persema Malang, Kresna berhasil mempecundangi tim asal Malang itu dengan skor telak, 3-1.
Antara Pasuruan United dengan Kresna FC, kini sama-sama mengemas 7 poin. Poin itu diperoleh Pasuruan United atas kemenangan melawan Kresna di laga perdana (2-0) serta Persema Malang (2-1).
Sementara, satu poin didapatkan Pasuruan United kala bertemu dengan Kresna FC di leg kedua. Pasuruan United sendiri, menderita dua kali kekalahan dari tuan rumah, Persid Jember dengan skor 1-0 di laga pertama dan 2-1 di leg kedua.
Sedangkan untuk Kresna FC, tujuh poin diraih atas dua kali kemenangan melawan Persema Malang, 1-0 di leg pertama dan 3-1 di leg kedua, kemarin (15/12).
Satu poin lainnya, diraih dari hasil imbang saat bertemu dengan Pasuruan United di leg kedua. Dua kekalahan juga diraih Kresna, saat bertemu Pasuruan United di laga perdana dan melawan tuan rumah, Persid Jember.
Meski memiliki poin sama, Pasuruan United masih unggul selisih gol.
Sepanjang lima laga yang dilangsungkan, Pasuruan United berhasil mengemas 6 gol dengan kemasukan 5 gol. Sementara, Kresna FC, memasukan 6 gol dan kebobolan 6 gol.
CEO Pasuruan United Suryono Pane mengaku, sedikit kecewa dengan kekalahan timnya melawan tuan rumah. Target menang yang diusung tak kesampaian. Sehingga, jarak dengan Kresna semakin dekat.
"Kami hanya unggul dari sisi kemasukan yang lebih sedikit," tandasnya.
Ia menambahkan, saat melawan tuan rumah, Persid Jember, kemarin (15/12), timnya sempat unggul meski akhirnya gol itu disamakan oleh pemain tuan rumah. Di babak kedua, timnya malah kembali kebobolan.
Laga tersebut, diakuinya cukup berat. Persid Jember yang berperan sebagai tuan rumah, benar-benar membuat anak asuhnya tak nyaman.
"Sempat ada pelemparan botol ke bench pemain kami oleh oknum suporter tuan rumah. Bahkan, sempat ada aksi pemukulan kepada pemain kami pasca laga berakhir," kata Pane, sapaannya.
Upaya untuk mengejar ketertinggalan juga sulit dilakukan. Karena pemain Persid cenderung mengulur-ulur waktu. Hal ini yang sempat membuat tempo permainan menjadi panas.
"Manajemen Persid dan panpel pertandingan sudah meminta maaf kepada kami," urainya.
Saat ini, pihaknya tengah fokus untuk pertandingan terakhir. Melawan Persema, tidak ada kata lain selain harus mengemas kemenangan. Sambil berharap Kresna dikalahkan tuan rumah. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin