PASURUAN, Radar Bromo - Persekap gagal mempertahankan tren kebangkitan saat menghadapi Suryanaga Connection pada putaran kedua penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin (13/12).
Berlaga di Stadion Diponegoro Banyuwangi, skuad Persekap harus empat kali memungut bola dari gawangnya. Tim dengan julukan Laskar Suropati sempat tertinggal 2-0 di babak pertama.
Di babak kedua, alih-alih mencetak gol. Skuad Persekap malah makin terpuruk dan kembali kebobolan 2 gol. Skor 4-0 pun jadi penutup laga.
Performa tim besutan Suhaimi itu memang kurang meyakinkan sejak babak pertama bergulir. Meski bermain ofensif, beberapa serangan masih cukup lemah.
Tusukan ke pertahanan lawan dari sektor sayap juga masih sangat mudah dibendung tim lawan. Sementara Suryanaga Connection memanfaatkan serangan balik cepat.
Mereka mencetak gol pertama pada menit ke-13. Upaya untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas juga berhasil digagalkan. Suryanaga terus mendominasi dengan gol kedua pada menit ke-28, melalui heading.
Situasi semakin sulit bagi Persekap karena garis pertahanan mereka kesulitan menghadapi serangan terus-menerus dari Suryanaga.
Di babak kedua, Suryanaga mencetak gol ketiga hanya beberapa saat setelah babak dimulai. Lagi-lagi, gol terjadi setelah memanfaatkan kiper Persekap yang maju ke depan.
Sementara gol keempat terjadi akibat pelanggaran penalti yang menutup pertandingan dengan kemenangan mutlak bagi Suryanaga Connection.
Hasil ini sekaligus membuat Persekap gagal membalas kekalahan 1-2 dari Suryanaga Connection pada putaran pertama. Kegagalan itu membuat kalangan suporter kecewa berat.
Ketua Suropati 26 Nico Aldian mengatakan, musim ini menjadi musim kompetisi terburuk bagi Persekap.
Apalagi, tim kesayangannya gagal menjadi tuan rumah. ”Kami kecewa dengan manajemen yang kurang gerak cepat,” bebernya.
Melihat formasi tim musim ini, Nico sendiri sebenarnya tak menaruh ekspektasi tinggi bagi Persekap. Menurutnya, bisa lolos dari fase grup saja sudah lumayan.
Tetapi, angan-angan itu harus terhenti di awal pertandingan putaran kedua ini.
”Musim depan kami harap ada persiapan yang lebih panjang. Sehingga, pemainnya bisa lebih siap, bukan pemain sisa-sisa seperti sekarang,” harapnya. (tom/mie)
Editor : Jawanto Arifin