JEMBER, Radar Bromo - Pasuruan United nyaris mengakhiri laga dengan tertunduk lesu, (13/12). Untung, gol di penghujung laga membuat laga melawan Kresna FC berakhir kuat 1-1 di Stadion Jember Sport Garden tersebut.
Sadukan Rofii di menit-menit akhir, berhasil membuat pasukan Laskar Santri Mbeling itu batal kehilangan muka. Menjaga Pasuruan United tetap di peringkat dua.
Laga yang bergulir siang pukul 13.00 itu, berlangsung sengit.
Jual-beli serangan tersaji sejak menit-menit awal pertandingan. Pasukan Laskar Santri Mbeling dibuat kaget saat Kapten Kresna FC Rizal Afandi mmecah kebuntuan.
Gol pun tercipta. Skor berubah, 1-0 untuk Kresna FC. Tertinggal satu gol, tim asuhan Irfan Junaedi itu berusaha untuk bangkit.
Namun, serangan yang dibangun, tak mampu untuk merobek jala Kresna FC. Hingga pluit babak pertama berakhir, skor tak berubah, 1-0 untuk kemenangan Kresna FC.
Di babak kedua, Pasuruan United berusaha untuk lebih menekan. Namun, kokohnya pertahanan Kresna FC membuat arek-arek Laskar Santri Mbeling kesulitan untuk menyamakan kedudukan.
Baru di menit ke-82, upaya untuk merobek jala Kresna FC berbuah. Sadukan Said Rofii Umar membuat Pasuruan United lolos dari kekalahan.
Manajer Pasuruan United H. Eddy Purwanto mengaku, meski imbang, ia cukup puas dengan permainan anak asuhnya.
"Anak-anak sudah berjuang sangat keras. Tim kami yang sempat ketinggalan, akhirnya berhasil mengimbangi skor dan tak sampai membuat tim kami kalah," ungkapnya.
Ia menegaskan, timnya memang berada di grup neraka. Selain Kresna FC, ada tuan rumah Persid Jember serta Persema Malang yang juga bersaing untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup.
Namun, hasil tersebut setidaknya membuat jalan timnya untuk melaju ke babak berikutnya lebih mudah.
"Meski imbang, kami patut apresiasi permainan anak-anak. Karena hasil tersebut, setidaknya mempermudah jalan kami untuk lolos ke babak berikutnya. Makanya, kami dari manajemen akan menyiapkan bonus khusus atas perjuangan anak-anak," papar dia. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin