PASURUAN, Radar Bromo- Langkah Persekap dalam babak penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur, semakin berat.
Meski sempat unggul di babak pertama, pertandingan melawan Banyuwangi Putra berakhir telak dengan skor 2-4.
Laga tersaji di Stadion Diponegoro Banyuwangi Kamis (7/12), banyak memberikan kejutan bagi arek-arek Persekap.
Aksi memukau terjadi sejak menit awal. Namun, terobosan tim tuan rumah terjadi usai memanfaatkan tendangan pojok menjadi gol melalui kemelut di depan gawang.
Namun, pemain Persekap dengan cepat menyamakan kedudukan lewat gol tandang ke gawang Banyuwangi Putra, hanya satu menit setelah keunggulan lawan.
Tendangan pojok menjadi senjata ampuh bagi Persekap memberikan hasil yang sama dengan heading di menit ke-17.
Menjelang turun minum, tekat Persekap kembali terbayar dengan gol kedua yang memukau di menit ke-40.
Selama babak kedua pertandingan, nyaris berjalan imbang. Kedua tim tetap jual beli serangan.
Sayangnya, konsentrasi Khoirul ‘Togog’ Anwar buyar setelah tim lawan mendapat ‘hadiah’ gol ketiga di menit ke-70. Gol yang diciptakan striker Banyuwangi Putra Niji berbau offside.
Alih-alih menganulirnya, sang pengadil lapangan tetap menyatakan sontekan Niji tersebut sah.
Banyuwangi Putra kembali membangun serangan di tengah situasi tim Persekap yang mulai goyah. Alhasil, pertandingan berakhir dengan selisih skor yang telak.
Pelatih Persekap Suhaimi mengaku kecewa dengan keputusan wasit. Sebab, posisi striker jelas sudah offside sebelum menyontek bola ke gawang Persekap.
Bahkan, posisi itu juga disadari kiper Persekap. Namun, wasit tetap memutuskannya sebagai gol ketiga bagi tuan rumah.
“Pada momen ini, anak-anak mulai terganggu, konsentrasinya berantakan. Itu pengaruhnya cukup besar bagi permainan,” katanya. (tom/rud)
Editor : Ronald Fernando