Dalam gelaran ini, tim voli berhasil menyumbang medali perunggu bagi Indonesia. Dalam turnamen yang diikuti seluruh Negara Asia Tenggara itu, Yulis turun sebagai pemain yang berposisi libero.
Perempuan Kelahiran Kabupaten Banyuwangi, 2 Maret 1990, ini mulai rutin mengikuti latihan voli sejak masih duduk dibangku sekolah dasar (SD). Sampai akhirnya, ia bergabung di klub profesional di Klub Bank BJB.
Keberhasilan yang diraihnya merupakan perjalanan dan perjuangan panjang hingga dirinya masuk tim voli mewakili Indonesia. “Tentu menjadi sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari tim voli Indonesia,” ujar Yulis.
Ia mengatakan, ada tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke tim voli Indonesia untuk SEA Games 2023. Mulai dari tahapan event dalam negeri seperti LivoLi dan Proliga.
Dari event tersebut, kemudian menjadi ajang seleksi untuk pemain SEA Games. Selama SEA Games, beberapa pertandingan dengan negara-negara kuat dilakukan. Hingga akhirnya pada babak penentu tim Indonesia bertanding melawan Filipina. Dalam pertandingan ini Indonesia mengalahkan tim Filipina dengan skor 3-1.
“Alhamdulillah dari Kabupaten Probolinggo, saya terpilih jadi salah satu atlet voli. Seluruh pertandingan dilakukan dan puncaknya mendapatkan medali perunggu,” jelasnya.
Yulis memberikan motivasi kepada atlet-atlet lain di Kabupaten Probolinggo, bahwa tidak ada yang tidak mungkin asalkan mau berusaha dan berlatih keras. Ia berharap ke depan atlet-atlet di daerah bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. Terutama dalam menghadapi event-event nasional mau internasional.
“Perhatian dari pemerintah daerah menjadi salah satu penyemangat. Mudah-mudahan 2 tahun lagi Indonesia menjadi yang terbaik lagi di SEA Games,” harapnya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando