Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cabor Berkuda Kab Pasuruan Kembali Menggeliat usai Pandemi Terkendali

Jawanto Arifin • Sabtu, 11 Maret 2023 | 16:58 WIB
TUAN RUMAH: Sejumlah atlet berkuda nasional saat berlaga di Gelanggang Ki Ageng Astrojoyo, Kejayan, akhir tahun lalu. Inset, sejumlah atlet berkuda saat berlaga di lapangan Pacuan Kuda Ledug, Kecamatan Prigen. (Mokhamad Zubaidillah-Rizal Syatori/Radar Bro
TUAN RUMAH: Sejumlah atlet berkuda nasional saat berlaga di Gelanggang Ki Ageng Astrojoyo, Kejayan, akhir tahun lalu. Inset, sejumlah atlet berkuda saat berlaga di lapangan Pacuan Kuda Ledug, Kecamatan Prigen. (Mokhamad Zubaidillah-Rizal Syatori/Radar Bro
OLAHRAGA berkuda sudah lama jadi salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan Kabupaten Pasuruan. Sempat vakum saat pandemi, kini berkuda kembali menggeliat.

Potensi Kabupaten Pasuruan di cabor berkuda cukup besar. Maklum saja, di wilayah setempat terdapat sejumlah arena yang cukup layak untuk menggelar kuda pacu.

Terakhir, Kabupaten Pasuruan jadi tuan rumah Kejurnas yang digelar awal Oktober tahun lalu. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bahkan ikut datang di gelanggang Ki Ageng Astrojoyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Sebulan sebelumnya, Pacuan Kuda Tunggang di Prigen juga kembali digelar. Itu jadi event perdana setelah sempat vakum 2 tahun lantaran pandemi.

Saat pandemi lalu, cabor berkuda juga terimbas. Praktis tak ada event besar digelar. Atlet-atlet berkuda pun juga “tiarap”. Istirahat sejenak. Sebab, tak ada event yang digelar.

“Saat pandemi, ada tokoh-tokoh berkuda kabupaten ini yang meninggal. Dan kebetulan, masa jabatan habis,” terang Sekretaris Pordasi Cabang Kabupaten Pasuruan M. Noer Husni Agus.

Selama pandemi, cabor berkuda juga komitmen tidak menyerap anggaran dari KONI. “Sebab, kesulitan membuat kegiatan, mengingat kegiatan di lapangan mesti mengundang massa dan kerumunan. Terakhir 2020 lalu, serap Rp 30 juta. Kemudian 2021 dan 2022 dengan besaran sama, tapi tidak diserap,” ungkap pria yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Prigen, ini.



Pria asal Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, ini menerangkan Pordasi sejatinya sudah lama berdiri di Kabupaten Pasuruan. Tergabung di KONI setempat pada medio tahun 2000-an.

Nah, saat pandemi mulai terkendali, berkuda kembali menggeliat. “Perkembangan olahraga berkuda, Alhamdulillah semakin meningkat saat ini. Bila sebelumnya hanya mempunyai satu komisi yaitu komisi pacu saja. Mulai tahun ini Pordasi (induk cabor berkuda) Kabuapten Pasuruan ada tambahan dua komisi lagi. Yaitu equestrian dan horse back archery,” bebernya.

Saat ini, Pordasi juga terus menyiapkan atlet untuk berlaga di sejumlah ajang. Salah satunya, ajang pekan olahraga provinsi (porprov) yang bakal digelar pertengahan tahun ini. Terutama atlet yang berlaga di equestrian dan horse back archery.

Sementara untuk kuda pacu, sejauh ini masih menunggu keputusan dari Pengprov Pordasi Jatim. Sebab, ajang kuda pacu belum jelas apakah tetap diselenggarakan atau tidak. “Mengingat tuan rumah porprov di Kabupaten Sidoarjo, untuk venue pacu masih dicarikan solusi,” jelasnya.

 

Didominasi Atlet Nasional

Perkembangan cabor berkuda tak hanya terlihat dari tambahan komisi di induk olahraganya. Tapi, jumlah atlet juga terus bertambah. Bahkan, sebagian besar atlet berkuda asal Kabupaten Pasuruan bermain di level nasional.

“Total atlet berkuda Pordasi Cabang Kabupaten Pasuruan ada 43 orang. Di komisi pacu ada sekitar 20 atlet sudah level nasional, atau 75 persen. Untuk equestrian ada empat atlet berlevel nasional, termasuk Nauval, putra Bupati Pasuruan,” jelas Sekretaris Pordasi Cabang Kabupaten Pasuruan M. Noer Husni Agus.

Puluhan atlet berkuda asal Kabupaten Pasuruan, ini usia paling muda 16 tahun. Sementara tertua 45 tahun. Mereka tersebar dari sejumlah wilayah. Mulai dari Prigen, Pandaan, Purwosari, Rembang Ada juga dari Kejayan dan Gempol.



Atlet-atlet berkuda itu juga rutin mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional. Mereka berlatih minimal dua kali dalam sepekan.

“Kalau latihan, saat ini lokasinya hanya di lapangan pacuan kuda Ledug, Kecamatan Prigen. Di Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan sudah lama vakum,” jelas Noer Husni.

Selain memiliki puluhan atlet nasional, Kabupaten Pasuruan juga memiliki pelatih berlisensi nasional. Yakni, mantan atlet kuda pacu sekaligus peraih perak PON Jawa Barat, M. Himawan. Satu pelatih lainnya yakni Mohammad Isbaq. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin
#berkuda kabupaten pasuruan #koni kabupaten pasuruan