Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Geliat Futsal Putri di Kabupaten Pasuruan

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Februari 2023 | 15:40 WIB
BEREBUT BOLA: Tim futsal putri (putih hijau) saat menjalani laga ekshibisi melawan Sidoarjo di sebuah turnamen futsal yang digelar di Bangil, beberapa waktu lalu. (Futsal Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
BEREBUT BOLA: Tim futsal putri (putih hijau) saat menjalani laga ekshibisi melawan Sidoarjo di sebuah turnamen futsal yang digelar di Bangil, beberapa waktu lalu. (Futsal Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
PERMAINAN olahraga futsal selama ini identik dengan kaum adam. Namun, belakangan, futsal juga banyak dimainkan kaum hawa. Futsal putri juga sudah dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Futsal putri sejauh ini belum terlalu booming di Kabupaten Pasuruan. Jumlah atletnya masih terbatas. Dari 24 kecamatan, saat ini hanya tercatat antara 40-50 atlet futsal putri. Kesemuanya berstatus pelajar. Mulai dari SMA hingga kuliah. Mayoritas, mereka berdomisili di wilayah barat. Seperti Bangil, Gempol, dan Pandaan.

Untuk menggairahkan futsal putri, pengurus futsal setempat juga terus melakukan promosi. Salah satunya, mengajak seluruh pemain untuk aktif mempromosikan futsal putri di media sosialnya. Mem-posting segala hal futsal putri di medsosnya.

Ketua Futsal Kabupaten Pasuruan Gaung Andaka menjelaskan, tim futsal putri sebenarnya sudah terbentuk 5-6 tahun yang lalu. Tetapi, untuk kepengurusan olahraga yang berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pasuruan itu, baru resmi dibentuk sekitar 2019 lalu.

"Saya meneruskan. Dan, saya melakukan regenerasi. Jadi, adik-adik dari para atlet yang lama itu kami ajak gabung. Dan mareka mau," kata Gaung, Jumat (24/2) siang.

Gaung mengakui, memang masih cukup sulit untuk mencari atlet futsal putri. Sebab, futsal sendiri belum begitu familiar di kalangan kaum hawa. Apalagi di Pasuruan.

Belum lagi, kompetisi futsal putri di daerah belum ada. "Kalau dipaksakan ada (kompetisi) tingkat Pasuruan saja, masih sulit. Bisa-bisa nggak ada yang datang. Karena, masih sedikit. Atletnya saja hanya ada 40-50 orang," akunya menjelaskan kondisi futsal perempuan di daerahnya.



Karena itu, pihaknya kini berusaha menghidupkan geliat olahraga itu. Caranya mengajak anak-anak pemain futsal putri untuk memanfaatkan medsosnya. Setiap kegiatan di-upload. Ini, untuk menjadi daya tarik warga dan mempromosikan olahraga tersebut.

Dibandingkan futsal putra, futsal putri sendiri disebutkan masih seperti anak tiri. Pembinaan bahkan anggaran untuk latihan masih belum maksimal. Kadang urunan. Sepatu dan peralatan latihan juga masih pinjam. Jadwal latihan pun masih belum tertata dengan baik.

"Karena masih berdasarkan kesenangan. Bukan keinginan. Baru tahun lalu kami ikutkan porprov. Tapi, nggak lolos penyisihan," terang Gaung.

Target tahun ini, pihaknya mengupayakan tim futsal cewek bisa lolos penyisihan. Rencananya, tim futsal putri akan memulai latihan setelah Lebaran nanti. "Semoga ke depan lebih baik. Untuk sekarang, masih kesiapan 20 persen," tuturnya.

Gaung juga berharap ke depan nantinya ada turnamen futsal perempuan di tingkat sekolah. Dengan begitu, bisa jadi ajang seleksi untuk menjaring atlet. Sehingga, futsal perempuan di Pasuruan bisa lebih populer lagi. (sid/mie) Editor : Jawanto Arifin
#futsal putri