------------------------------------------------------------------------------------------------------
SAMBO merupakan bela diri yang mulai populer di Uni Soviet (sekarang Rusia) sejak 1940-an. Semula, Sambo adalah singkatan dari Samozashchita Bez Oruzhia. Artinya pertahanan diri tanpa senjata.
Di Indonesia, seni bela diri wajib bagi tentara Rusia itu, baru masuk pada 2007. Sementara kepengurusan di Kota Pasuruan baru terbentuk 2021 silam.
“Selama setahun setelah mendapat mandat dari pengurus provinsi, kami himpun kekuatan. Hingga kemudian terbentuk cabang olahraga dan disahkan sebagai anggota KONI,“ tutur Masrukhin, ketua Persambi (induk cabor sambo) Kota Pasuruan.
Bisa dibilang, Sambo menggabungkan teknik gerakan gulat dan judo. Terutama dengan menekankan kemampuan kontrol dan kuncian.
Sambo benar-benar mengajarkan cara praktis untuk mengakhiri pertarungan dengan singkat dengan menjatuhkan lawan. “Itulah kenapa Sambo menjadi salah satu bela diri ekstrem,“ kata Masrukhin.
Dia sendiri mengakui, untuk menjaring atlet tidak mudah. Rasanya itu memang tantangan bagi pengurus cabang olahraga baru. Mereka harus mengenalkan lebih dulu olahraga yang akan ditawarkan kepada masyarakat. “Pengenalan tetap kami lakukan ke anak-anak sekolah,” beber Masrukhin.
Yang paling penting, dalam memulai latihan ialah dengan mengasah teknik-teknik dasar. Meliputi pukulan hoke, upercut, tendangan side kick, push kick, hingga long kick. Selebihnya, skill atlet dipertajam berdasarkan sport science. Seperti kecepatan, biomekanika, nutrisi, dan sebagainya.
“Seperti olahraga prestasi pada umumnya. Penekanan kami adalah latihan kontinyu dan membangun mental anak itu agar yakin bisa mengejar prestasi yang diimpikan,” imbuh Masrukhin.
Dia percaya kemampuan setiap atlet semakin teruji seiring kematangan dan keseriusannya berlatih. Sebab, mereka juga harus mengendalikan egonya. Menjadi atlet otomatis mesti siap ditempa. Itu sudah menjadi konsekuensi. Intensitas latihan, pola makan, dan istirahat harus dijaga.
“Tidak ada ceritanya tidur-tiduran atau main keluyuran kemudian tanding keluar sebagai juara. Semua melalui proses dan latihan keras,“ ungkap Masrukhin.
Kendati demikian, lanjut Masrukhin, pengurusnya bisa memastikan penjaringan atlet itu berjalan. Kejurprov Jawa Timur 2021 menjadi ajang pembuktian. Sebanyak 18 atlet yang bertanding tampil garang di gelanggang. Mereka membawa pulang lima medali emas, empat perak, dan delapan perunggu.
“Dalam debut pertama, Alhamdulillah Kota Pasuruan peringkat ketiga se-Jatim,“ ujar Masrukhin.
Salah satu peraih medali emas itu ialah Eddo Hardi Kristanto. Kali ini, Eddo yang juga fighter MMA tersebut tengah menjalani pemusatan latihan daerah. Dia tengah diproyeksikan mewakili Jawa Timur untuk bertanding di ajang PON mendatang.
Sementara dalam Porprov 2022, Sambo Kota Pasuruan lagi-lagi menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbang prestasi. Masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu berhasil diraih. Namun, Masrukhin mengajarkan agar atletnya tak terlalu lama terlena dengan euforia kemenangan. Selepas Porprov 2022, pihaknya langsung menggelar pemusatan latihan.
“Karena prinsip kami pemusatan latihan itu memang harus dilakukan secara terus-menerus. Tidak hanya ketika mendekati kejuaraan saja,“ paparnya.
Total ada sebanyak 10 atlet yang kini mengikuti pemusatan latihan. Dua di antaranya ialah Adrian dan Nadhir yang dalam ajang sebelumnya sudah mendulang prestasi.
Mereka akan tetap diproyeksikan dalam Porprov 2023. Mengingat usianya yang masih muda. Selama pemusatan latihan, pelatih menerapkan sistem degradasi. Menurut Masrukhan, dirinya tetap menyiapkan proyeksi atlet lapis kedua.
“Penilaian dilakukan secara ketat. Jadi siapa yang tidak disiplin latihan, sering mangkir, itu akan jadi perhitungan pelatih untuk tetap mempertahankan atau menggesernya dengan atlet lain,“ jelasnya. (tom/mie)
Daftar Prestasi Sambo Kota Pasuruan
Kejurprov 2021
Jumlah atlet: 18
Medali: 5 emas, 4 perak, 8 perunggu
Peringkat: 3 se-Jatim
Kejurprov 2022
Jumlah atlet: 3 atlet
Medali: 2 perak, 1 perunggu
Porprov 2022
Jumlah atlet: 7
Medali:
1 emas Nadhir Wahyu nomor pertandingan combat kelas 58 kg putra,
1 perak Adrian Kusubianto nomor pertandingan combat 64 kg,
1 perunggu Adrian Kusubianto nomor pertandingan sport putra Editor : Ronald Fernando