Rasa kecewa itu, seperti yang diungkapkan oleh Ceppy Akhmad Pribadi. Gelandang serang Pasuruan United itu mengaku, kecewa berat dan sedih dengan gagalnya kompetisi Liga 3 Jatim diputar. Sebab, sejak jauh hari ia dan rekan-rekannya sudah melakukan persiapan diri. “Pastinya kecewa dan sedih, Mas,” ungkapnya.
Yang memberatkannya, gagal diputarnya Liga 3 Jatim langsung berdampak terhadap pendapatannya. Selama ini, ia mengandalkan uang dari kontrak tim untuk kebutuhan sehari-harinya. Sehingga, ketika liga tak diputar, tentunya tim akan dibubarkan.
Dampaknya, jelas ia tak lagi bisa mendapatkan gajian dari tim. “Akhirnya, ya ikut tarkam (turnamen antarkampung). Untuk menjaga kemampuan serta agar tetap bisa mendapatkan pendapatan dari sepak bola. Tapi, tentu tidak semua tarkam saya ikuti,” akunya.
Hal senada diungkapkan striker Persekabpas Ricko Hardiansyah. Saat dua bulan terakhir, latihan tim diliburkan, ia tetap latihan sendiri di rumah. Terkadang juga latihan di lapangan bersama rekan-rekan satu tim.
Harapannya, saat liga diputar, kondisi fisiknya terjaga. “Kadang juga bersama teman-teman, kalau pulang ke Kejapanan. Bahkan, kalau piket (sebagai petugas pemadam kebakaran), ya di kantor kadang-kadang latihan. Jadi, untuk menjaga kondisi, tetap harus berlatih,” jelasnya.
Namun, ternyata liga tak jadi diputar. Meski begitu, Ricko mengaku tetap menjaga kondisi fisiknya. Serta mengasah feeling ball. Aktivitas bermain bola, juga tetap dilakukan. Yakni, dengan ikut tarkam.
Tarkam disebutkan Ricko tak hanya menjaga kemampuannya bermain bola. Tapi, juga untuk menambah pemasukannya. Mengingat, Liga 3 Jatim dihentikan.
“Mengecewakan pastinya. Semua pemain juga kaget. Tapi, mau nggak mau ya memang harus diterima. Semoga ada hikmah buat ke depannya,” terangnya.
Pelatih Persekabpas Subangkit juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Program persiapan dan latihan yang telah ia susun sedemikian rupa, tak membuahkan hasil. Liga 3 Jatim urung diputar.
“Penghentian tersebut jelas memicu kekecewaan. Baik bagi pengurus klub ataupun pemain. Karena bagaimanapun, pengurus sudah mengeluarkan banyak biaya, selama beberapa bulan terakhir untuk persiapan menyongsong jalannya laga,” beber Subangkit.
Paling memprihatinkan, tentu nasib para pemain. Karena sudah banyak mencurahkan waktu, serta tenaga untuk persiapan diri. Kenyataannya, mereka tidak bisa berlaga.
Sebenarnya, para pemain masih bisa mencari klub lain, dari luar Jatim. Sebab, Liga 3 di luar Jatim ada yang tetap digelar. Namun, kesempatan untuk mendapatkan klub baru, tentu sangat susah. Mengingat, waktu yang ada saat ini sangat mepet.
“Mungkin para pemain bisa mencari klub baru. Tapi, mereka harus mencari klub ke luar daerah. Hal itu akan menyulitkan, apalagi rata-rata provinsi sudah memulai gelaran Liga 3,” tutur Subangkit. (one/mie) Editor : Ronald Fernando