Bupati Irsyad mengaku, keputusannya jadi manajer Persekabpas merupakan panggilan hati. Menurutnya, musim ini Persekabpas komitmen tak menggunakan dana APBD. Pengelolaanya bakal dilakukan secara profesional melalui pembiayaan dari swasta.
Dalam mengelola tim dengan warna kebesaran oranye itu, musim ini manajemen mengandalkan pembiayaan dari swasta. "Saya mau (jadi manajer) itu karena tidak menggunakan APBD. Jadi saya yang menjadi manajernya," kata Bupati Irsyad.
Irsyad memastikan, kiprahnya sebagai manajer tim kebanggaan Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- itu tak akan mengganggu jabatannya sebegai seorang bupati. Ia menjamin, tugasnya sebagai bupati masih bisa berjalan lancar.
Sebab, dalam jajaran manajemen, Irsyad tak sendirian. Ia dibantu asisten manajer, pelatih, dan perangkat yang lain. "Bola itu hobi saya. Jadi, tidak mengganggu. Dan juga dalam mengurusnya, saya nggak sendirian," ungkap Irsyad yang identik dengan nomor 7 saat bermain bola itu.
Sebagai manajer, Irsyad menargetkan musim ini, Persekabpas bisa promosi. Lolos ke Liga 2. Ia yakin, anak - anak yang didominasi oleh jebolan pemain Porprov Jatim 2022 bisa menyajikan performa terbaiknya.
“Yang perlu diingat dalam sepak bola, ini bukan hanya soal kemenangan semata. Tetapi, bagaimana memberi kesempatan anak - anak Pasuruan berkarir di sepak bola. Ini yang perlu dicatat," tegasnya. (sid/mie) Editor : Ronald Fernando