Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Binaraga Kian Menggeliat di Kabupaten Probolinggo

Ronald Fernando • Sabtu, 17 September 2022 | 22:01 WIB
KIAN DIGEMARI: Atlet-atlet binaraga Kabupaten Probolinggo saat berlatih bersama. (Zaenal Arifin/ Radar Bromo)
KIAN DIGEMARI: Atlet-atlet binaraga Kabupaten Probolinggo saat berlatih bersama. (Zaenal Arifin/ Radar Bromo)
Binaraga kian menggeliat di Kabupaten Probolinggo. Sejumlah atlet berhasil menorehkan prestasi. Bibit-bibit atlet baru, terus bermunculan.

=========================

INDUK cabang olahraga (cabor) binaraga atau Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI)  baru tahun ini terbentuk di Kabupaten Probolinggo. Persisnya awal 2022.

Saat itu, sejumlah warga yang aktif berlatih di gym ingin mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim. Namun, karena belum ada cabang olahraga yang mewadahi, akhirnya saat itu minta rekomendasi dari KONI Kabupaten Probolinggo. Akhirnya tiga atlet dikirim dalam Kejurprov 2022.

”Dari 3 atlet yang berangkat, Alhamdulillah, satu atlet berhasil membawa pulang 1 medali emas dan satu perak,” cerita Bambang Heriwahjudi, ketua PBFI Kabupaten Probolinggo.

Yudi –sapaan akrabnya- menerangkan, awalnya di Kabupaten Probolinggo tidak ada cabor PBFI. Sebagian atlet PBFI Kabupaten Probolinggo, ikut gabung di bawah PABBSI (Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia) Kota Probolinggo.

Ketika ada pemisahan cabor PABBSI di pusat, KONI setempat pun melihat potensi binaraga. Lantas, meminta komunitas penggemar olahraga binaraga untuk membentuk PBFI Kabupaten Probolinggo.

”Alhamdulillah, dalam waktu 3 bulan cabor PBFI Kabupaten Probolinggo terbentuk. Selanjutnya, langsung persiapan mengikuti Porprov 2022 lalu,” jelasnya.

Dalam Porprov lalu, dikatakan Yudi, sejatinya disiapkan 7 atlet yang akan turun. Itu, lantaran pengurus PABBSI melihat, awalnya batasan usia maksimal 30 tahun.

Namun, secara mendadak, kriteria usia diturunkan menjadi maksimal 21 tahun. Sehingga PBFI Kabupaten Probolinggo hanya dapat mengirim 4 atlet terpilih untuk dilakukan pelatihan singkat.

Empat atlet itu yakni Zainuddin, Faisal Faris, Riko Setiawan, dan Ubaidillah. ”Alhamdulillah, masih memperoleh perunggu. Sebab, terbentuknya otot yang bagus tentu membutuhkan waktu lama. Serta konsumsi makanan dan minuman yang berkualitas. Sedangkan aturan kriteria usia maksimal 21 tahun itu, mendadak,” bebernya.

Raymon, wakil ketua PBFI Kabupaten Probolinggo menambahkan, saat ini ada sekitar 20 atlet di dalam PBFI Kabupaten Probolinggo. Baik itu atlet senior maupun junior.

Sejak induk cabor terbentuk di awal tahun, olahraga binaraga semakin banyak diminati. Sebab, atlet bisa berprestasi dan mendapatkan tubuh sehat.

Sejauh ini, para atlet binaraga itu latihannya belum terfokus di satu titik. Sebab, lokasi rumah para atlet jauh-jauh. Jadi, mereka biasa latihan di tempat fitness terdekat.

Meski begitu, pihak PBFI setempat tetap sesekali menggelar latihan bersama. Sambil melihat perkembangan dan lakukan evaluasi tiap atlet.

”Sekarang kami melakukan pembibitan pada anak yang terlihat memiliki potensi menjadi atlet prestasi. Ada Enda asal Sumberbulu,  Tegalsiwalan dan Ubai asal Purut, Lumbang. Kedua anak itu masih usia 16 tahun. Keduanya kami siapkan untuk kejuaraan tahun depan. Target kedua anak ini emas,” terangnya. (mas/mie) Editor : Ronald Fernando
#binaraga probolinggo