Sebagai manajer, Eddy Purwanto mengungkapkan, pertandingan persahabatan kemarin merupakan rangkaian proses seleksi pemain yang bakal masuk skuad Pasuruan United. Dalam seleksi terbuka ini, setidaknya 22 pemain terjaring. Namun, seleksi tersebut belumlah final. Sebab, mereka yang dianggap belum sesuai standar tim bakal disisihkan untuk diganti dengan pemain lain.
”Dari 22 pemain, 14 pemain memang sudah fixed bisa bergabung dengan tim kami. Sementara yang lain masih dievaluasi,” terang Abah Wanto --sapan Eddy Purwanto.
Menurut dia, pencarian pemain masih akan terus dilakukan. Khususnya, pencarian para tukang gedor di lini serang. Sebab, Pasuruan United masih sangat butuh striker yang haus gol. Punya skill tinggi untuk mengoyak jala gawang lawan.
Sementara itu, laga uji coba di Stadion R Soedrasono Pogar kemarin berlangsung sengit. Awal babak pertama, permainan berjalan imbang. Hingga di menit ke-40 PS KC Cimahi berhasil membobol gawang Pasuruan United melalui Skivo. Gol itu pun mengakhiri babak pertama.
Di babak kedua, kekuatan PS KC semakin terasa. Arek-Arek Sakera Muda, julukan Pasuruan United, sulit menerobos lini belakang lawan. Bahkan, pada menit ke-60, lagi-lagi gawang Pasuruan United kebobolan. Kali ini, Yongki berhasil merobek pertahanan tuan rumah.
Meski kalah, Abah Wanto mengaku cukup puas dengan permainan timnya. Mengapa? Karena lawan yang dihadapi memang tim dari level kasta yang lebih tinggi. Di sisi lain, pemain Pasuruan United masih tahap seleksi.
”Kami masih bisa memperbaiki sisi mana yang perlu,” ujarnya.
Pelatih PS KC Cimahi Joko Susilo mengatakan anak asuhnya masih kelelahan. Mereka baru melakoni serangkaian uji coba. "Tapi, hasil ini cukup bagus. Mengingat, di tengah kondisi pemain yang lelah, mereka masih tampil impresif," ungkapnya. (one/far) Editor : Muhammad Fahmi