Mulyadi, Ketua KONI KAbupaten PAsuruan mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan hasil dari Porprov VII Jatim yang diselenggaran mulai 25 Juni- 3 Juli tersebut. Evaluasi itu, penting dilakukan untuk mencari kekurangan dan yang harus diperbaiki. “Nanti setelah ini (porprov. Red) selesai, maka akan kami evaluasi untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Apakah ada cabor yang tidak memenuhi target? Mulyadi mengaku ada. Inilah yang nantinya akan dievaluasi. “Ada dan tidak banyak,” jelasnya.
Ia mengaku tidak ada sanksi bagi mereka yang tidak sesuai target. Tetapi, ia mengatakan pihaknya akan mengurangi anggaran cabor yang tidak produktif. Sebab, sedari awal pihaknya telah memberikan arahan bahwa porprov bukanlah ajang rekreasi. Tetapi, ini merupakan ajang untuk mencari prestasi.
“Karena itu tentunya nanti yang tidak produktif akan kami kurangi (anggarannya),” kata Mulyadi.
Begitu juga untuk Kabupaten Probolinggo. Sugeng Nufindarko, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo mengaku ada beberapa cabor yang tidak memenuhi target. Salah satunya, adalah Cabor Bulu Tangkis. Padahal beberapa waktu lalu cabor ini sukses dengan target yang diberikan.
“Iya ada yang tidak sesuai target. Tentunya nanti ada evaluasi. Permasalahannya apa, apakah pengurusnya atau ada masalah yang lainnya,” ungkapnya.
Soal sanksi, pihaknya masih akan melaihat permasalahan yang ada di cabor tersebut. Setelah itu, baru akan diputuskan. Yang pasti, untuk cabor yang kurang berprestasi akan dilakukan pengurangan anggaran. Menurutnya, anggaran yang diberikan KONI lebih diprioritaskan untuk cabor yang berprestasi. Karena itu, jika ingin anggaran yang diberikan KONI lebih maka harus bisa berprestasi.
“Kami dan mengatur anggaran lebih ke prioritas yang berprestasi. Jadi yang memang berprestasi untuk tahun ini akan kami tambahi,” terangnyay. (sid/fun) Editor : Ronald Fernando