Betapa tidak, anggaran dari pemerintah daerah sangatlah minim. Support KONI Kabupaten Pasuruan untuk Askab Pasuruan hanya Rp 450 juta tahun ini. Dana itu bukan hanya untuk menyokong Persekabpas. Tetapi juga untuk 50 klub di Kabupaten Pasuruan.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Moch. Mulyadi mengungkapkan, tahun 2022, KONI Kabupaten Pasuruan mendapat anggaran senilai Rp 2,5 miliar untuk pembinaan puluhan cabor di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 30 persennya disalurkan untuk Askab Pasuruan. Yaitu, Rp 450 juta.
“Anggaran paling tinggi memang untuk cabor sepak bola. Cabor lain pun kerap iri dengan Askab Pasuruan,” ungkap Mulyadi.
Namun, anggaran itu tidaklah cukup. Terutama untuk Persekabpas mengarungi Liga 3 tahun ini. Karena itu, dibutuhkan investor bagi Persekabpas agar bisa merumput di Liga 3.
Sekretaris Askab Pasuruan Syamsudin menyebut, Persekabpas akan mengalami kesulitan mengarungi laga Liga 3 tahun ini, jika tidak mendapat sokongan pendanaan dari investor. Sebab, sokongan dana dari KONI Kabupaten Pasuruan sangatlah terbatas.
Ia merincikan, tahun 2022 ini KONI Kabupaten Pasuruan hanya mengalokasikan dana Rp 450 juta untuk PSSI Kabupaten Pasuruan atau Askab Pasuruan. Padahal, dana tersebut difungsikan tidak hanya untuk Persekabpas Pasuruan. Tetapi, juga untuk pembinaan pesepak bola usia dini, muda, hingga remaja. Termasuk pula pembinaan klub-klub di Kabupaten Pasuruan sebanyak 50 klub.
“Belum lagi, tahun ini kami punya gawe. Yaitu, menggelar kongres PSSI Kabupaten Pasuruan,” sampainya.
Syamsudin mengungkapkan, persentase dana dari KONI Kabupaten Pasuruan biasanya 60 persen hingga 70 persen untuk klub-klub sepak bola di Kabupaten Pasuruan. Sisanya untuk program-program Askab Pasuruan. Termasuk untuk pendanaan Persekabpas Pasuruan.
Dengan nominal itulah, akan sulit bagi pasukan oranye Kabupaten Pasuruan untuk berlaga di Liga 3. Seandainya tidak kunjung menemukan investor. Sebab, biaya untuk mengarungi Liga 3 cukup besar.
Khusus untuk gaji pemain saja, membutuhkan dana Rp 60 juta sampai Rp 70 juta per bulan. Belum termasuk kebutuhan lainnya, seperti akomodasi dan transportasi.
“Idealnya untuk mengarungi Liga 3 hingga final, membutuhkan dana Rp 2 miliar,” terangnya dalam event Ngopi Legi di warung Ki Demang, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Rabu (15/6) malam.
Mantan Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane menguraikan, sebenarnya tahun lalu ada investor yang hendak membeli Persekabpas Pasuruan. Namun, ada beberapa pihak di Askab Pasuruan yang tak menghendaki. Lantaran anggaran untuk Persekabpas waktu itu cukup besar.
“Sekarang ketika sudah hampir tidak ada anggaran dari APBD, malah hendak diswastakan. Mudah-mudahan saja, ada yang mau,” bebernya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Pasuruan berancang-ancang melakukan swastanisasi untuk Persekabpas. Saat ini, sebanyak 50 klub pemilik Persekabpas sedang mencari donatur. Donatur dibutuhkan untuk mengelola Persekabpas secara profesional dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT). (one/hn) Editor : Ronald Fernando