Dalam laga terakhir kali ini, Kota Pasuruan bakal memberi kesempatan para pemain lapis kedua untuk berlaga. “Kami usulkan ke manajemen agar pemain lapis kedua yang lebih banyak diturunkan supaya mereka punya jam terbang,” kata Headcoach Tim Kota Pasuruan Sujito.
Di sisi lain, Sujito juga sudah menyiapkan sejumlah nama yang bisa menggantikan Ramadaniel. Sebab, gelandang bertahan Kota Pasuruan itu dipastikan absen lantaran terkena kartu merah saat melawan Kota Probolinggo lalu.
Menurut Sujito, beberapa pemain seperti Fran Adi atau Saiful Ulum sangat mumpuni mengisi posisi Rama. “Meski saya akui Rama merupakan salah satu pemain kunci kami,” kata Sujito.
Hal itu juga terbukti dalam laga mendebarkan melawan Kota Probolinggo. Rama beberapa kali memberikan suplai bola ke lini depan. Hanya saja, kata Sujito, dia memang pemain muda dengan tipikal yang terbilang keras. Sujito cukup memakluminya.
Sementara itu, Manajer Tim Kota Pasuruan Abdullah Junaidi mengaku komposisi pemain yang diturunkan sore ini 50 persen lapis kedua. Di samping untuk memberi kesempatan pemain cadangan, memang ada beberapa pemain inti Kota Pasuruan yang sudah mendapat kartu kuning. Baik dalam laga pertama maupun kedua. Sebut saja seperti Rafli dan Mikail.
“Sehingga memang harus kami simpan di laga terakhir ini,” kata Junaidi.
Dia juga tak memungkiri jika Kota Pasuruan sebenarnya sudah aman dalam klasemen grup B. Dengan enam poin yang dikantongi sekarang, Kota Pasuruan dipastikan lolos dari babak Pra Porprov sebagai juara grup. Meski demikian, Junaidi meminta tim tetap bermain ngeyel. Pertandingan terakhir tetap harus dilalui dengan serius.
“Meski banyak pemain lapis kedua yang kami turunkan, tetap fight. Bukan saatnya untuk main-main,” katanya.
Dia menyebut posisi Kota Pasuruan yang sudah aman sekarang menjadi kesempatan untuk menurunkan pemain lapis kedua. Agar mereka punya pengalaman bertanding. Setidaknya jam terbang yang didapat bisa memberikan bekal positif bagi mereka dalam fase selanjutnya. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando